Tak Lagi Lewat Jalan Ciracas, Truk Dialihkan ke Tol

Jalur Ciracas Kembali Diperbaiki

0
548 views
Sejumlah pekerja melakukan perbaikan jalan yang berlubang di jalur Lingkar Selatan tepatnya di Cikulur, Kota Serang, Minggu (21/1). Kerusakan di jalur ini dikeluhkan pengendara karena mengganggu kenyamanan berkendara.

SERANG – Kendaraan overtonase yang sebelumnya rajin melintas di jalur Lingkar Selatan, Ciracas, Kota Serang, akhirnya dialihkan ke Tol Merak-Tangerang. Truk yang mengangkut bahan material proyek Bendung Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, itu masuk dari pintu Serang Barat dan keluar pintu Tol Serang Timur. Selanjutnya, truk-truk itu menuju arah Pakupatan-Palima untuk sampai di proyek Bendung Sindangheula.

Sementara jalur Ciracas yang rusak parah, sejak Sabtu (20/1) kembali diperbaiki. Para pekerja mulai menambal jalan sejak pagi hingga sore.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PPN 1 Banten pada Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Banten I Rozatul Farid mengatakan, sejak Sabtu (20/1) sudah menurunkan alat dan petugas untuk menutup lubang dan menormalisasi saluran air (drainase) yang tersumbat. “Iya kita kembali menutup lubang dan normalisasi saluran mulai kemarin (Sabtu-red),” ujarnya kepada Radar Banten, Minggu (21/1).

Ia menjelaskan, beberapa langkah teknis untuk memperbaiki jalur Ciracas. Penanganan pertama mengalirkan air dulu, kedua menutup lubang dengan agregat, ketiga baru dengan lapis hotmix. Sedangkan, untuk penanganan permanen akan dilakukan dengan anggaran tahun ini. “Nanti penanganan permanen di paket 2018. Bisa dengan beton,” paparnya.

Farid mengaku, penutupan permanen akan dilakukan setelah proses lelang selesai. Ia memperkirakan langkah tersebut akan dilakukan pada akhir bulan ini. “Ini masih lelang. Tapi penutupan lubang sudah dilakukan mulai hari ini (kemarin-red),” paparnya.

Mengenai peralihan kendaraan overtonase, Farid mengaku sudah melakukan koordinasi dengan PPK Proyek Bendung Sindangheula dan pihak kontraktor. Hasil rapat koordinasi itu disepakati bahwa truk tidak lagi melewati jalur Ciracas, tetapi lewat tol dan keluar di pintu tol Serang Timur melalui Pakupatan arah Palima. “Seharusnya memang jalan ke arah sana (Pakupatan-Palima),” katanya.

Dihubungi terpisah, PPK Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada Proyek Bendung Sindangheula Yudi mengaku sudah menegur kontraktor dan penyuplai material yang melintas di jalur Ciracas. “Sudah (menegur-red), Mas,” katanya.

Ia menambahkan, proyek Bendung Sindangheula akan rampung tahun ini. Kata dia, Bendung Sindangheula yang memiliki kapasitas 9,26 juta m3 untuk mengairi lahan irigasi seluas 1.000 hektare, sumber air baku 0,80 m³/det dan pengendali banjir. Biaya pembangunannya mencapai Rp427 miliar.

Dihubungi terpisah, Pelaksana Proyek Bendung Sindangheula Agus mengatakan, truk pengangkut material proyek memang harus dialihkan. Ia berharap Dishub memasang rambu-rambu kapasitas maksimum muatan kendaraan.

Sementara Ketua RW 04, Lingkungan Cikulur, Kelurahan Serang, Kecamatan Serang, Nano mengatakan, mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih atas perhatian dari pemerintah. Namun, diharapkan perbaikan jalur Ciracas tidak hanya sementara. “Terima kasih juga untuk Radar Banten yang telah memublikasikannya,” ujar Nano, kemarin.

Kata Nano, jalur Ciracas ini dapat diakses dari berbagai daerah, maka seyogyanya dibetonisasi supaya paten dan kuat. Dengan begitu, diharapkan kemacetan tidak terjadi lagi.

Salah seorang warga Lingkungan Kamalaka Setya juga mengaku bersyukur dengan perbaikan jalan yang dilakukan pemerintah. Ia mengapresiasi keluhan masyarakat terhadap kerusakan jalan tersebut. “Kami berharap perbaikan kali ini tidak seperti yang sebelumnya yang hanya bertahan sebentar saja,” tandasnya. (Fauzan D-Rostinah/RBG)