Ketua DPRD Kota Cilegon Fakih Usman menandatangani hasil rapat paripurna pemberhentian Tb Iman Ariyadi sebagai Walikota Cilegon.

CILEGON – DPRD Kota Cilegon menggelar rapat paripurna pemberhentian Tb Iman Ariyadi sebagai Walikota Cilegon (non-aktif), Senin (14/1). Rapat paripurna pemberhentian digelar setelah ada surat keputusan pemberhentian Iman dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Kemudian DPRD Kota Cilegon langsung mengirimkan surat usulan agar Edi Ariadi yang saat ini menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon Edi Ariadi segara didefinitifkan sebagai walikota.

Tb Iman Ariyadi sendiri diberhentikan sebagai walikota setelah resmi menyandang status terpidana perkara suap izin pembangunan Transmart, Kota Cilegon, sebesar Rp1,5 miliar.

Sesuai aturan, kata Ketua DPRD Kota Cilegon Fakih Usman, usai surat kepetusuan pemberhentian walikota keluar, dilakukan proses pendefinitifan plt walikota serta pengisian jabatan wakil walikota. DPRD Kota Cilegon perlu melayangkan surat usualan pendefinitifan ke Gubernur Banten.

“Selanjutnya nanti, Pemprov Banten melayangkan usulan itu ke Kemendagri. Memang seperti itu mekanismenya,” ujar Fakih usai paripurna, Senin (14/1).

Meski Iman Ariyadi telah diberhentikan sebagai Walikota Cilegon, kata Fakih, kewenangan Edi masih terbatas hingga ia ditetapkan sebagai Walikota Cilegon definitif. “Rotasi mutasi belum bisa, yah masih kewenangan Plt saja,” ujarnya.

Ia berharap proses usulan pendefinitifan Edi tidak lama sehingga proses pengisian wakil walikota bisa segera dilakukan sehingga kepemimpinan di Kota Cilegon kembali lengkap dan pemerintah berjalan optimal. (Bayu Mulyana/Aas)

BACA selengkapnya di koran Radar Banten atau versi digital di epaper.radarbanten.co.id. Saksikan juga di Banten Raya TV pada program SELAMAT PAGI BANTEN (07.00 WIB), BANTEN SIANG (13.00 WIB), BANTEN PETANG (17.00 WIB) dan BANTEN MALAM (21.00 WIB) di channel 50 UHF/702 MHz, atau melalui streaming www.barayatv.com/live.