Tak Selamanya Mantan Merusak Hubungan

0
1.387 views

Riska (36), nama samaran, yang saat ini membuka usaha berjualan siomay bersama suami, sebut saja Tono (37), mendapat hinaan dari mantan pacarnya, sebut saja Roni (36). Namun, hinaan mantan itu justru memotivasi Riska dan suaminya untuk meningkatkan usahanya demi meningkatkan taraf hidup rumah tangga, sehingga tidak mendapat hinaan.

Apa pun pekerjaan suami asal halal dan hasil kerja keras, bagi ibu satu anak itu merupakan suatu kebanggaan. Riska selalu mendukung usaha suami dan tak peduli apa kata orang, termasuk cacian dan hinaan dari mantannya. “Saya sih bersyukur Kang Tono mau kerja keras usaha sendiri,” ucap Riska kepada Radar Banten saat ditemui di teras rumahnya di Kecamatan Walantaka, Kota Serang, kemarin.

Riska dan Tono sudah sepuluh tahun menikah dan sudah dikaruniai satu anak. Mereka sama-sama berasal dari keluarga sederhana. Riska sempat menjalin hubungan dengan Roni, anak dari orang yang mempunyai jabatan di salah satu kantor kedinasan di Kota Serang.

Jadi tidak sebanding dengan Tono. Bukan hanya itu, wajah sang mantan juga jauh lebih ganteng dibanding suaminya. Pokoknya Tono kalah segala-gala dari Roni. Meski begitu, Riska lebih memilih Tono dengan alasan cinta Tono lebih tulus. Berbeda dengan Roni yang selama pacaran dengan Riska kerap bersikap kasar dan semena-mena yang membuatnya tidak nyaman. “Dia marah-marah mulu,” keluhnya. Pacaran saja begitu, gimana kalau jadi suami ya Mbak?.

Riska dengan Roni dulu hanya enam bulan berpacaran. Riska mengaku hanya merasakan kebahagiaan di dua bulan pertama saja bersama Roni yang awalnya suka manjain Riska. Setelah tiga bulan berjalan hubungan, Riska malah sering menerima orkes sakit hati karena sikap kasar Roni. “Akhirnya saya minta putus. Eh dia ngamuk-ngamuk, jadi makin males,” kesalnya. Ganteng tapi kasar buat apa ya!

Dua bulan setelah putus, bertemulah Riska dengan Tono, seorang santri dan anak rekan dari ayah Riska. Kedua orangtua bersahabat dan sepakat menjodohkan Riska dengan Tono. Merasa mendapat kenyamanan bersama Tono yang pendiam, ramah, dan tidak banyak tingkah, tapi perhatian, akhirnya Riska menerima kehadiran Tono. Sebulan kemudian mereka pun menikah. Waktu itu, Tono masih bekerja menjaga toko milik pimpinan pesantren. Tak lama setelah menikah, Tono pindah kerja di pabrik. Dengan profesi Tono itu, Riska menikmati hidup dengan kesederhanaan. Setahun kemudian, kebahagiaan semakin menyelimuti Riska setelah dikaruniai anak pertama. Namun, setelah dua tahun berumah tangga, Tono tak lagi bekerja sebagai karyawan karena putus kontrak dengan perusahaan. “Mungkin belum rezekinya,” ujarnya. Sabar aja.

Tono sempat menjadi pengangguran selama dua bulan sampai akhirnya memilih usaha berjualan siomay untuk menafkahi keluarga yang sudah menjadi tanggung jawabnya. “Pas dia bilang mau jualan, ya saya sih ngedukung aja,” katanya. Ya harus dong Mbak, yang penting halal.

Hingga suatu hari, Riska bertemu dengan mantannya, Roni yang waktu kebetulan sedang berkunjung ke kampung Riska untuk membeli tanah. Saat bertemu dengan Riska, awalnya Roni menanyakan kabar dan dimana Riska tinggal. Namun, setelah mengetahui kalau pekerjaan suaminya tukang somay, tak ayal Roni malah menghina dan terkesan merendahkan. “Dia bilang, coba kalau dulu nikah sama saya, pasti enggak akan jadi istri tukang somay,” kesal Riska meniru omongan Roni.

Tentu saja mendengar cacian itu, Riska marah dan pergi dari hadapan Roni. Sesampainya di rumah, Riska menangis hingga tersedu-sedu dan mengadu pada Tono. Beruntung Riska mempunyai suami sebaik Tono. Mendengar hinaan itu, Tono tidak bergeming, malah semakin tegar dan mencoba meyakinkan Riska bahwa ia bisa lebih sukses daripada mantannya. Sikap Tono itu pun menjadi motivasi bagi Riska. “Saya sekarang fokus dukung suami aja. Semoga keluarga kecil saya berkah,” harapnya. Amin. Semangat Mbak. (mg06/zai)