RACHMAWATI Soekarno Putri menuntut film Soekarno tak edar. Namun, tak semua anak sang proklamator menganggap film itu buruk bagi keluarganya. Putri Soekarno yang lain, Sukmawati, justru memuji garapan Hanung Bramantyo itu.

Bagi Sukmawati, film itu menggambarkan banyaknya politikus yang baik, bersih dan mulia di era Kemerdekaan. Hal tersebut dapat dijadikan pelajaran bagi bangsa ini. “Kita berikan rasa terima kasih lewat penghargaan kepada seluruh yang terlibat dalam film iini,” katanya, kemarin.

Dia bahkan menyebut Multivision Plus (MVP) yang memproduksi film ini, berhasil memberi tontonan yang baik.
“Kita bersukur diwarisi kemerdekaan dan isilah kemerdekaan itu dengan manfaat. Terima kasih, MVP,” tambahnya.

Sang sutradara, Hanung, mengaku bersyukur karena ternyata ada ahli waris Soekarno yang mengapresiasi karyanya. Bahkan ia terharu. “Bu Sukma dan seluruh kelurga besar PNI Marhaenis matur nuhun, Bu. Saya sangat terharu,” ucap suami Zaskia Adya Mecca itu.

Hanung menyebut, dia dan kru produksi lain tak pernah berniat berkonflik. “Kami juga tidak meninggalkan keluarga Soekarno, justru kami yang ditinggalkan. Kami semaksimal mungkin menggambarkan hal-hal baik tentang Soekarno,” sebutnya.

Toh, film ini tetap beredar. Hanung meminta semua pihak untuk membiarkan penonton memberikan penilaian. Di antara film yang tayang di bioskop dalam beberapa waktu belakangan,
Soekarno masuk lima besar terlaris. (jpnn)***