Tak Suka Lari? Coba Latihan Tiga Jenis Kardio Ini

OLAHRAGA lari, baik jarak jauh – seperti lari maraton atau sekadar olahraga lari intensitas ringan hingga sedang – menjadi tren di masyarakat. Lari adalah salah satu olahraga kardio yang baik untuk kesehatan.

Olahraga ini juga bisa dilakukan dengan mudah kapan saja, di mana saja, dan oleh siapa saja. Namun, bagaimana dengan Anda yang tak suka? Tak perlu khawatir, ada banyak alternatif latihan kardio lain yang bisa Anda coba.

Latihan kardio, apa itu?

Latihan kardio (cardio exercise) yang merupakan istilah medis untuk organ jantung dan pembuluh. Latihan yang bersifat kardio berarti berfokus untuk memaksimalkan fungsi jantung, yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi detak jantung saat melakukan latihan hingga batas tertentu.

Latihan kardio diharapkan akan menyehatkan jantung secara khusus dan meningkatkan kebugaran tubuh secara umum. Dengan rutin berolahraga kardio, hasil yang diukur biasanya adalah rendahnya frekuensi detak jantung pada saat istirahat, yang berarti jantung dapat memompa darah ke seluruh tubuh dengan kekuatan yang maksimal, tapi efisien.

Jenis-jenis latihan kardio

Lari adalah salah satu jenis latihan kardio yang paling dianjurkan jika Anda tidak memiliki kondisi tertentu yang dapat menghambat. Jika lari dilakukan secara rutin dan disertai teknik yang tepat, latihan ini dapat menyehatkan jantung sekaligus membakar lemak, sehingga membantu Anda mendapatkan tubuh ideal.

Tentunya, ada beberapa kondisi seseorang perlu mencari alternatif latihan kardio selain berlari. Bukan hanya sekadar tak suka, tapi jika ada beberapa kondisi medis tertentu seperti penurunan fungsi sendi, adanya gangguan otot dan tulang, atau bahkan gangguan jantung sehingga intensitas olahraga menjadi terbatas.

Beberapa alternatif latihan kardio selain berlari yang bisa Anda coba antara lain:

1. Berenang

Berenang merupakan salah satu latihan kardio yang juga dianjurkan selain berlari. Berenang membuat Anda menggerakkan seluruh bagian tubuh tanpa membebani sendi, sehingga baik dilakukan oleh masyarakat dari segala usia, termasuk lansia yang mengalami penurunan kualitas tulang dan sendi.

Kekurangan olahraga ini hanyalah Anda harus datang ke fasilitas yang memiliki kolam renang, jika tak memiliki kolam renang pribadi di rumah. Tentunya dengan standar kolam yang sesuai agar olahraga berenang dapat memberikan manfaat maksimal bagi tubuh Anda.

2. Bersepeda

Bersepeda juga merupakan alternatif kardio lain yang sering dianjurkan untuk mereka yang memiliki keterbatasan untuk berlari. Bersepeda akan memberikan manfaat pada tubuh yang sangat mendekati berlari, dengan risiko gangguan pada sendi jauh lebih kecil.

Bersepeda juga biasanya menjadi pilihan untuk mereka yang ingin mencapai jarak lebih jauh dengan durasi waktu yang lebih singkat dibandingkan berlari. Serupa dengan berenang, kekurangan dari bersepeda adalah Anda membutuhkan alat, yaitu sepeda dengan spesifikasi sesuai standar olahraga dan aksesori pendukungnya agar bersepeda tidak justru menyebabkan gangguan postur atau hal-hal lain yang tidak diinginkan.

3. Lompat tali

Sering disepelekan atau sering kali dianggap sebagai permainan, lompat tali atau skipping juga termasuk salah satu latihan kardio yang bisa bermanfaat bagi tubuh, terutama jantung. Hanya dengan berbekal tali khusus olahraga saja, Anda dapat melakukan lompat tali baik di dalam maupun di luar ruangan, serta kapan saja dan di mana saja.

Lompat tali ini juga dapat menjadi alternatif saat Anda sedang bepergian dan tidak ingin meninggalkan latihan kardio Anda. Alatnya sangat ringkas dan praktis untuk dibawa.

Meski begitu, lompat tali tidak bisa menjadi pilihan Anda yang sedang mencari alternatif latihan kardio selain lari akibat gangguan sendi. Ini karena lompat tali justru akan membebani tulang dan sendi Anda.

Apa pun jenis latihan kardio yang Anda pilih, pastikan sesuai dengan kondisi Anda. Jika ingin lebih yakin, periksakan diri ke dokter olahraga sehingga Anda tetap terpantau.

Satu hal penting lainnya adalah tekad kuat untuk memulai dan menjalani olahraga secara rutin agar senantiasa sehat dan bugar. Kombinasikan juga dengan gaya hidup sehat, konsumsi makanan yang bergizi seimbang, serta istirahat cukup agar manfaat sehatnya bisa dirasakan secara optimal. (RN/RVS/klikdokter)