JAKARTA – Ancaman sanksi dari Fraksi Partai Demokrat DPR RI tak menghentikan niat Ruhut Sitompul mendeklarasikan sikap politiknya mendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Tadi malam (Senin, 23/6), Ruhut berani melakukan gebrakan. Dia telah memproklamirkan bakal memenangkan pasangan nomor urut 2 itu di pemilu presiden 9 Juli nanti.

Deklarasi ini dilakukan Ruhut di kawasan Cik Ditiro Jakarta Pusat. Pada kesempatan itu hadir Luhut Pandjaitan, politikus Golkar yang juga sudah terang-terangan mendukung Jokowi-JK, serta Alwi Shihab.

Saat itu, Ruhut mengatakan sebelum memutuskan ke Jokowi-JK, dirinya juga diajak bergabung oleh kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. “Jujur saya katakan, kubu Pak Prabowo mengundang saya, bahkan sampai tadi pagi Pak Prabowo mau menemui saya,” kata Ruhut.

Namun, anggota Komisi III DPR dari Fraksi Demokrat itu menyatakan sudah menjatuhkan pilihan ke Jokowi-JK. Itu lantaran peran seorang Luhut Pandjaitan yang mengajaknya bergabung ke kubu capres yang diusung PDIP, Nasdem, PKB, Hanura dan PKPI itu.

“Saya sudah menjatuhkan pilihan ke Jokowi-JK. Pak Luhut sudah memenangkan hati aku,” tegas Ruhut sambil meneriakkan salam dua jari.

Terkait resiko mendukung Jokowi-JK, Ruhut mengaku sudah mendengar ancaman ketua fraksinya (Fraksi Partai Demokrat) Nurhayati Alie Assegaf. Namun ancaman itu ditanggapi balik oleh politikus asal Sumatera Utara itu.

“Saya dengar ancaman dari Bu Nurhayati. Saya anak TNI, saya ketua PP, gak usahlah ancam aku. Sangat mendasar, saya mengidolakan Bung Karno, jas merah, inilah tagline Pak Jokowi-JK, Indonesia Hebat. Pasangan rendah hati,” kata Ruhut.

Usai mendeklarasikan dukungannya, Ruhut mengaku akan langsung turun mekampanyekan Jokowi-JK dengan berkeliling ke sejumlah provinsi di Indonesia. Langkah ini ditempuh Ruhut karena tak ingin tanggung-tanggung mendukung Jokowi-JK.(fat/jpnn)***