Tak Terima Ditegur, Dua Santri di Panimbang Ditusuk

Satu Meninggal, Satu Lagi Kritis

0
111

PANDEGLANG – Nasib nahas menimpa Hanafi (20) dan Pajri (20). Dua santri Pondok Pesantren Bani Utsman di Jalan Raya Labuan-Panimbang, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, itu menjadi korban penusukan, Minggu (8/4) dini hari.

Hanafi warga Kampung Pasir Rangrang, Desa Babakankeusik, Kecamatan Patia, mengembuskan napas terakhir saat dibawa ke RSUD Berkah, Kabupaten Pandeglang. Ia mengalami luka tusuk di bagian dada sebelah kiri. Sementara Pajri warga Kampung Cikasam, Desa Turus, Kecamatan Patia, masih kritis. Ia mengalami luka tusuk di bagian pergelangan tangan sebelah kiri yang saat ini masih dirawat di Puskesmas Panimbang.

Informasi yang dihimpun Radar Banten, kedua korban itu dianiaya oleh seorang pengendara motor tanpa nopol bernama Fuad (18), warga Kampung Soge, Desa Panimbangjaya, Kecamatan Panimbang. Keduanya ditusuk oleh Fuad dengan menggunakan badik.

Peristiwa menggegerkan itu terjadi saat puluhan santri gotong royong melakukan pengurukan ruas Jalan Pasar-Kebon, Kampung Pasar, Desa Panimbangjaya di sekitar lingkungan ponpes, Minggu (8/4) sekira pukul 00.30 dini hari. Saat itu, pelaku membabi buta menyerang santri lantaran tidak terima ditegur saat melintas dengan kecepatan tinggi. Padahal dini hari itu, para santri hanya mengingatkan pelaku agar melajukan kendaraan dengan pelan-pelan.

Menurut saksi mata, Kepala Desa (Kades) Panimbangjaya Mulyadi, pelaku berhenti dan turun dari kendaraan dan mengeluarkan badik dari pinggang. Pelaku menusuk salah satu santri, Hanafi. Santri lain bernama Pajri mencoba untuk melerai, tetapi pelaku malah menusuk pergelangan tangan Pajri.

“Saat kejadian saya langsung mengejar pelaku yang belum sempat naik motornya. Akhirnya saya tangkap bersama warga dan langsung menyerahkan pelaku ke Polsek Panimbang,” katanya kepada Radar Banten, Minggu (8/4).

Menurut Mulyadi, kedua korban langsung dilarikan ke Puskesmas Panimbang. Hanafi yang mengalami luka cukup parah dan mengeluarkan darah terus-menerus dibawa ke RSUD Berkah oleh petugas medis dari Puskesmas Panimbang. “Tetapi saat di perjalanan korban meninggal dunia,” katanya.

Dihubungi melalui telepon seluler, Kapolsek Panimbang AKP Wahyu Bintaro mengatakan, Fuad diamankan dan dibawa ke Mapolres Pandeglang karena khawatir ada amukan warga. “Pelakunya langsung kita serahkan ke Polres dan selanjutnya ditangani oleh Polres,” katanya.

Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono mengaku sudah melakukan olah TKP. Jenazah korban masih dilakukan autopsi di RSUD Serang dan akan segera diserahkan ke pihak keluarga. “Saat ini (kemarin sore-red) jenazah masih diautopsi. Kalau sudah selesai akan kita serahkan ke pihak Ponpes atau pihak keluarga,” terangnya. (Herman/RBG)