Takhta Kekuasaan Setahun Lagi Berakhir, 2017 Nanti PDI-P Sanggup Pertahankan?

PDI-P
GRAFIS : ARYA BAYU/RADAR BANTEN

SETELAH menempatkan kader PDI Perjuangan Rano Karno sebagai Gubernur Banten, Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan kini tengah menikmati kekuasaan. Namun, masa jabatan Rano tinggal setahun lagi.

Posisi Rano sebagai orang nomor satu di Pemprov Banten ikut mendongkrak nama PDI Perjuangan di Banten. Sebelumnya, Banten dikenal sebagai lumbung Partai Golkar.

Dalam Pemilu Legislatif 2014, PDI Perjuangan keluar sebagai pemenang pemilu di Provinsi Banten, melengkapi kemenangan PDI Perjuangan secara nasional. Meskipun dari sisi perolehan kursi di DPRD Banten PDI Perjuangan diimbangi Golkar dengan sama-sama meraih 15 kursi, jatah Ketua DPRD Banten periode 2014-2019 menjadi hak milik partai berlambang moncong putih ini karena unggul perolehan suara. PDI Perjuangan meraih 842.690 suara, sementara Partai Golkar 808.902 suara. Selain jatah ketua Dewan, PDI Perjuangan juga mendapatkan jatah tiga pimpinan di alat kelengkapan Dewan.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Banten Eri Suheri mengaku tidak akan tinggal diam apabila ada lawan politik yang akan kembali merebut kekuasaan di Banten. Lantaran itu, pihaknya telah menyiapkan kembali Rano Karno sebagai calon petahana dalam Pilgub Banten 2017. “PDIP pasti all-out memperjuangkan rekomendasi DPP untuk Rano Karno kembali maju sebagai calon gubernur,” ujar Eri kepada Radar Banten, Senin (11/1/2016) malam.

Kata dia, penguatan internal partai terus dilakukan untuk mendongkrak mesin partai. Kemenangan menjadi target utama pada bursa pesta demokrasi lima tahunan ini. “Yang jelas konsolidasi partai kita tingkatkan untuk menghadapi Pilgub,” ujar Eri.

Saat ini Rano Karno memang menjadi satu-satunya kader PDI Perjuangan yang mendapatkan restu Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk maju di Pilgub Banten 2017. Itu artinya sebagai petahana Rano bakal mempertahankan kekuasaannya.

Rano pada beberapa kesempatan pernah menyatakan kesiapan untuk kembali bertarung dalam bursa perebutan kursi nomor satu di Banten. “Tanggung jawab saya sebagai kepala daerah, tapi jika partai memerintahkan saya untuk maju kembali dalam Pilgub Banten 2017, saya pastikan siap,” kata Rano.

Meski demikian, pria yang mengawali karir dari panggung hiburan ini mengaku masih fokus menyelesaikan tugas sebagai kepala daerah. “Sekarang lebih banyak cocern ke pekerjaan rumah, menyelesaikan sejumlah tugas yang harus dituntaskan. Saya ingin agenda pembangunan Tol Serang-Panimbang sampai soal LHP selesai dulu. Saya hendak memastikan LHP BPK Pemprov Banten tidak lagi berstatus disclaimer,” katanya.

Di satu tahun tersisa ini, meski Pemprov Banten meraih opini disclaimer atas pemeriksaan laporan keuangan APBD 2013-2014, Rano mengklaim program yang dijalankan berhasil.

Pada kesempatan peringatan HUT ke-15 Banten, tahun lalu, Rano mengklaim keberhasilan yang diraih. Dikatakan, pendapatan asli daerah (PAD) dari tahun ke tahun meningkat. Pada 2001, PAD Banten sebesar Rp212,39 miliar dengan APBD Rp490,36 miliar. Hingga pada perubahan APBD 2015 yang telah disetujui bersama DPRD Banten, PAD telah meningkat menjadi Rp5,06 triliun dan APBD Rp9,27 triliun.

Selain itu, terjadi peningkatan pelayanan masyarakat. Termasuk kemajuan di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, budaya, ekonomi, politik, infrastruktur wilayah dan kawasan, pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta reformasi birokrasi.

Kata Rano, kemajuan Banten juga ditunjukkan dengan peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM). Pada 2010, IPM Banten sebesar 67,54 meningkat menjadi 69,89 pada 2014. “Lalu secara nasional dari urutan ke-23, sekarang menempati urutan kedelapan. Itu berada di atas IPM nasional sebesar 68,90,” ujar Rano.

Peluang PDI Perjuangan meraih takhta Banten 1 memang masih besar karena mendapat dukungan akar rumput sampai elite politik. Menurut pengamat politik Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Toddy Aditya, PDI Perjuangan tak lagi sebagai partai penggembira dalam konstelasi politik Banten. Hal ini ditandai keberhasilan menempatkan Rano Karno sebagai gubernur dari partai moncong putih. “PDIP mampu meruntuhkan dominasi Partai Golkar dan Demokrat di Banten. Posisi PDIP saat ini adalah partai penguasa sekaligus pengusung utama Presiden Jokowi,” terangnya.

Dikatakan, Pileg 2014 lalu PDI Perjuangan mampu mengantarkan tiga kadernya ke kursi ketua Dewan, yakni DPRD Lebak, Kota Tangerang, dan Kota Tangsel. Sementara di tingkat Dewan, PDI Perjuangan mampu meraih kursi terbanyak kedua di enam kota/kabupaten se-Provinsi Banten. “Selama pileg kemarin, ada peningkatan jumlah kursi PDIP di tingkatan DPRD Provinsi Banten, ini jelas memberikan tanda bargaining politik PDIP semakin kuat di akar rumput,” tambahnya. (RB/mg04-mg12-mg20/air/alt/dwi)