Taman Gajah Tunggal Kota Tangerang Disertifikasi Tingkat Nasional

TANGERANG – Wahana permainan anak di Taman Gajah Tunggal, Kota Tangerang sedang disertifikasi tingkat nasional. Sertifikasi dilakukan untuk menunjang Kota Tangerang sebagai Kota Layak Anak. Rabu (11/9) Pemkot Tangerang mengikuti seleksi dan verifikasi Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) tingkat nasional. Penilaian tersebut dilakukan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) di 29 Kota Kabupaten yang terverifikasi.

Kepala Disbudpar Kota Tangerang Rina Hernaningsih mengatakan, Pemkot Tangerang mengajukan Taman Gajah Tunggal sebagai RBRA atau wahana bermain berskala nasional. “Berbagai fasilitas telah dilengkapi mulai dari CCTV, P3K, SOP bencana taman, mainan tradisional, jalur evakuasi, edukasi tanaman, penghijauan, pengaman fasilitas bermain hingga penerangan,” katanya kepada Radar Banten, Rabu (11/9).

Kata Rina, dalam sertifikasi ini Disbudpar Bidang Pertamanan bersinergi dengan Bidang Perlindungan Anak pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang. “2019 ini setelah memiliki sekolah, puskesmas, masjid hingga kampung ramah anak, kami tergetkan punya wahana bermain ramah anak bersertifikasi nasional,” ungkapnya.

Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang Heryanto mengatakan, saat ini Kota Tangerang sudah berpredikat Kota Layak Anak tingkat Madya. Jika Taman Gajah Tunggal lolos verifikasi, tidak menutup kemungkinan Kota Tangerang akan mendapat predikat Kota Layak Anak (KLA) Pratama. “Dalam pemenuhan hak anak, DP3AP2KB juga telah memiliki forum anak berbasis masyarakat, pelayanan Puspaga (Pusat pembelajaran keluarga), dan masih banyak program lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Lead Auditor RBRA Hendy Tamara mengatakan, ruang bermain ramah anak harus memenuhi 13 syarat. Diantaranya, lokasi, pemanfaatan, kemudahan, material vegetasi, pengkondisian udara, keselamatan, kesehatan, pencahayaan dan indikator lainnya. “Intinya ruang bermain yang bisa mendukung perkembangan fisik, mental, moral dan sosial anak,” ungkapnya.

Diketahui, KLA merupakan program KPPPA untuk mewujudkan Indonesia Layak Anak 2030 dan generasi emas 2045 mendatang. (one/asp)