Taman Masjid Agung Cilegon Kurang Terawat

0
1.623 views
TAMAN MASJID: Sejumlah anak bermain di Taman Masjid Agung Nurul Ikhlas Cilegon, Minggu (30/7). Sayangnya taman ini tampak kotor. FOTO: UMAM/RADAR BANTEN

CILEGON – Taman kota di depan Masjid Agung Nurul Ikhlas mulai kurang mendapat perawatan. Padahal taman ini sering dikunjungi warga, baik warga Cilegon maupun dari luar daerah yang singgah di masjid tersebut.

Pantauan Radar Banten, kemarin siang (30/7), taman yang beralaskan rumput sintetis itu dipenuhi dedaunan kering. Selain itu, rumput sintetis di taman tersebut juga sudah mulai rusak. Baik itu tepat pada sambungannya atau di bagian tengahnya. Sementara sampah plastik juga terlihat berserakan.

Sayangnya, tidak ada tempat sampah yang memadai. Selain itu, di area taman juga tidak ada petugas kebersihan yang bertugas membersihkan area publik tersebut. Padahal taman tersebut merupakan salah satu program unggulan Pemkot Cilegon, yakni memperbanyak ruang terbuka hijau (RTH).

Refnedi Hendri Kenedi, salah satu warga yang berkunjung ke taman tersebut mengaku amat menyayangkan kondisi taman yang mulai kurang terawat. “Sayang saja. Banyak dedaunan yang kering dan berjatuhan, tapi dibiarkan begitu saja,” katanya kepada Radar Banten kemarin.

Menurutnya, taman yang dibangun Pemkot Cilegon itu mirip dengan taman kota yang ada di Bandung, Jawa Barat. “Cuma taman yang di Bandung lebih luas. Sedangkan yang di Cilegon luasnya juga kalah jauh dengan yang di Bandung,” terangnya.

Kata dia, walaupun luas tamannya masih kalah jauh dengan yang di Bandung, tapi kalau mau dijaga dan dipelihara, mungkin akan terasa lebih indah dan rapih. “Pembangunan taman ini kan menggunakan uang rakyat,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon Erick Rebi’in juga menyayangkan dengan kondisi tersebut. “Harusnya ada tempat tertentu untuk petugas kebersihan standby disana. Selain itu, kebersihan Masjid Agung juga merupakan cerminan kota,” terang Erick.

Erick menyatakan, dirinya akan menanyakan kepada dinas terkait apakah disana ada petugas kebersihannya atau tidak. “Jika memang ada, jam kerjanya seperti apa. Kemudian mengapa sampai banyak dedaunan kering yang rontok atau bergugurun dari pohonnya,” ujar Ketua Fraksi NasDem ini.

Menanggapi hal ini, staf Bidang Sarana dan Arsitektur Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Ikhwan menyatakan, setiap taman yang sudah dibangun sudah mempunyai petugas kebersihan. Termasuk taman yang ada di depan Masjid Agung. Hanya saja untuk petugas kebersihan di taman Masjid Agung tidak sama seperti petugas kebersihan di tempat atau taman lainnya. “Petugas kebersihan yang bertugas di taman Masjid Agung belum tetap. Harus menunggu rolling dari taman lainnya,” ujar Ikhwan.

Selain itu kata Ikhwan, petugas kebersihan di Masjid Agung belum bisa stay di sana. “Berbeda dengan petugas kebersihan lain. Kalau yang lain sudah bisa stay di sana dan sudah tidak pindah-pindah lagi. Soal berapa nilai anggaran yang dihabiskan untuk membangun taman tersebut saya lupa,” imbuh Ikhwan.

Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Arsitektur Dinas Perkim Edi Hendarto menyatakan, semua taman sudah ada petugas kebersihannya masing-masing. “Tapi kalau memang tampak tidak terawat, nanti kita cek dulu. Tak terawatnya karena apa,” terang Edi.

Menurutnya, jika hanya karena taman tersebut kotor disebabkan banyaknya dedaunan yang kering berjatuhan, hal itu sama seperti di taman lainnya. “Kalau yang di taman layak anak lebih parah. Tapi tetap nanti akan kita cek dulu seperti apa,” tandasnya. (Umam/RBG)