Taman Wisata Sumber PAD

0
360 views
Dandim 0602/Serang Kolonel Inf Soehardono berswafoto bersama dengan Direktur Taman Wisata MBS Haerudin, Walikota Serang Syafrudin, Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi, Ketua Komisi I DPRD Kota Serang Khoeri Mubarok seusai grandopening Taman Wisata Mahoni Bangun Sentosa (MBS) di Kelurahan Kemanisan, Kecamatan Curug, Kota Serang, Minggu (11/10).

Walikota Buka MBS di Curug

SERANG – Keberadaan taman wisata tidak hanya untuk menghilangkan kepenatan para pengunjung. Tapi juga bisa menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) bagi Kota Serang. Oleh karena itu, kehadiran taman wisata baru layak diapresiasi.

Walikota Serang Syafrudin mengatakan, saat ini mulai tumbuh tempat wisata baru di Kota Serang. Terbaru adalah Taman Wisata Mahoni Bangun Sentosa (MBS) di Kelurahan Kemanisan, Kecamatan Curug, Kota Serang.

Syafrudin mengatakan, Taman Wisata MBS merupakan satu-satunya wahana rekreasi dengan fasilitas lengkap. Di dalamnya terdapat wahana wisata pesawahan, tempat selfi, rumah adat, dan sebagainya. “Selain menghilangkan penat, ini juga bisa menyumbang PAD,” ujarnya saat grand opening MBS, Minggu (11/10).

Dikatakan Syafrudin, Pemkot belum bisa menargetkan berapa jumlah PAD yang bakal diperoleh dari MBS. Tapi, secara teknis pengelolaan taman wisata bisa menerapkan pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penghasilan (PPh) pada tiap pengunjung. “Kami berharap setiap tiket masuk ada PPN dan PPH untuk Pemkot Serang,” katanya.

Syafrudin mengatakan, Kota Serang memiliki potensi wisata seperti yang dikembangkan Taman Wisata MBS. Potensi ini hampir tersebar di tiap kecamatan di Kota Serang. “Ini sebuah terobosan. Di tanah 4,5 hektare bisa terbangun taman wisata seperti di Bandung dan Bogor,” katanya.

 Syafrudin berharap keberadaan Taman Wisata MBS mampu menyerap tenaga kerja lokal. Sehingga warga di Kecamatan Curug khususnya ikut merasakan dampak keberadaan MBS. “Mudah-mudahan ke depan bisa 10 hektare dan ini bisa dinikmati oleh masyarakat se-Banten,” tambah Syafrudin.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi mengatakan, keberadaan Taman Wisata MBS diharapkan mampu memberdayakan masyarakat lokal. “Selain PAD tentu kita harapkan ada penyerapan tenaga kerja lokal. Ini membutuhkan pelayanan yang ekstra. Sehingga kalau bisa pakai masyarakat di sini,” terangnya.

Budi mengatakan, keberadaan taman wisata sebagai bentuk investasi di bidang pariwisata. Ia berharap, pemerintah terus membuka ruang investasi produktif sehingga PAD dan pemberdayaan masyarakat berjalan beriringan. “Tinggal pemkot terus melakukan pembinaan dan pengawasan,” katanya.

Di tempat yang sama Direktur Taman Wisata MBS Haerudin mengatakan, pembangunan taman wisata baru ini di tanah seluas 4,5 hektare. Ia berharap dapat melakukan pengembangan seluas 2,5 hektare lagi. “Kalau proses pembangunan itu di 11 November 2019. Jadi 11 bulanan. Kurang lebih menghabiskan  sampai Rp10 miliar nilai investasinya,” katanya.

Dikatakan Haerudin, sejauh ini Pemkot Serang memberikan kemudahan dalam perizinan pembangunan. Ia berharap ke depan terjadi hubungan sinergis antara Pemkot dan pihaknya. “Soal PAD. Tinggal kita rumuskan bersama,” katanya.

Lebih lanjut, Haerudin mengatakan, pembangunan Taman Wisata MBS menggabungkan berbagai konsep tempat wisata sehingga pengunjung tidak bosan. “Kita pakai konsep gado-gado ajalah. Apa yang bagus di lokasi ini kita bangun, karena kita tidak mengubah konstur tanah di lokasi ini. Justru kita kembangkan lahan yang ada. Ciri khas ini kota ala-ala di Eropa, Kota Koboi,” katanya.

Haerudin mengatakan, di tengah pandemi Covid-19 ini, pihaknya membatasi pengunjung. Daya tampung Taman Wisata MBS untuk 3.000 orang. Saat ini, hanya menampung 1.000 orang saja. “Kita perketat, batasi pengunjung dan mewajibkan penggunaan masker,” katanya. (fdr/alt)