Tanaman Liar untuk Mempercantik Halaman Rumah

0
974 views

TIRTAYASA – Tanaman liar bisa dimanfaatkan warga untuk mempercantik halaman rumahnya. Jika itu dilakukan, salah satu komponen penilaian Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2020 untuk kategori lingkungan paling berbunga bisa terpenuhi.

Dalam Sosialisasi dan Workshop LKBA Kabupaten Serang 2020 di aula kantor Kecamatan Tirtayasa, Jumat (7/2), perwakilan Radar Banten Nizar Solihin mengatakan, penataan lingkungan rumah dan kampung untuk memenuhi kategori lingkungan paling berbunga tidak harus mengeluarkan biaya besar. Semua tergantung kreativitas warga.

“Bunga tidak harus membeli. Contohnya masyarakat di Kecamatan Mancak. Mereka mencari bunga liar lalu dikumpulkan dan ditanam. Ternyata hasilnya bagus,” ujar Nizar menanggapi pertanyaan para peserta sosialisasi dan workshop dari Kecamatan Tirtayasa dan Tanara.

Waktu persiapan dan penilaian LKBA 2020 panjang. Dari sekarang, masyarakat bisa mulai manfaatkan waktu untuk menanam bermacam bunga. Sehingga, saat penilaian, bunga sudah tumbuh di halaman tiap rumah dan lingkungan.

“Jauh lebih baik daripada membeli bunga yang sudah besar mendekati waktu penilaian,” kata Nizar.

“Bisa juga ditambah dengan kreativitas, memanfaatkan sampah botol plastik yang dicat untuk dijadikan pot bunga. Ini mengkreasikan lingkungan supaya lebih indah,” sambungnya.

Nizar berharap, masyarakat tidak terlalu mengandalkan dana stimulan dari pemerintah. Karena, tujuan utama lomba ini adalah untuk menumbuhkan semangat gotong royong.

“Kita berupaya dulu dengan kreativitas untuk mempercantik lingkungan,” sarannya.

Kasubdit Pembinaan Polisi Masyarakat (Binpolmas) Polda Banten AKBP Lilik Supratman mengungkapkan bahwa kampung bersih dan aman menjadi dambaan semua masyarakat. Namun, kondisi itu tergantung peran serta semua pihak.

“Jadi, salah satu penilaian kampung aman itu berkaitan dengan keberadaan poskamling dan sejauh mana peran serta masyarakatnya,” tegas Lilik.

“Kami berharap, ke depan, tidak ada lagi tindakan pidana seperti kekerasan dalam rumah tangga, pencurian, dan peredaran narkoba,” sambungnya.

Sementara itu, Camat Tanara Babay Ahlan mengatakan, pihaknya bersama para kepala desa se-Kecamatan Tanara akan berusaha mendorong agar tiap ketua dan pengurus rukun warga (RW) memaksimalkan kreativitas masyarakat. “Soal kreativitas, kami serahkan ke tiap RW dan RT. Tentu mereka bisa menyesuaikan dengan kondisi lingkungannya. Tugas kami mendorong itu,” katanya.

“Pokoknya, tahun ini, Tanara harus menang banyak kategori. Kalau bisa jadi best of the best,” sambung Babay.

Pada bagian akhir, Camat Tirtayasa Sadik menyatakan, LKBA merupakan evaluasi bagi semuanya. Seharusnya, tanpa lomba, kebersihan dan keamanan lingkungan sudah menjadi kewajiban semua pihak.

Alhamdulillah, semua pihak terlihat antusias di LKBA tahun ini, mulai dari kades, RT, dan Karang Taruna,” ujarnya.

Terkait dengan LKBA Kabupaten Serang 2019, Kecamatan Tirtayasa diketahui menjadi salah satu wilayah yang mendapatkan bendera bergambar kuman. Sadik mengaku, hal tersebut menjadi evaluasi dan motivasi semua elemen di Kecamatan Tirtayasa.

“Sosialisasi ini hampir semua kades dan RW hadir. Saya yakin, ke depan partisipasi masyarakat bisa lebih baik lagi,” pungkas Sadik. (fdr/don/ira)