Tangerang Raya Sandang Kota Layak Anak

TERIMA PENGHARGAAN: Asda I Pemkab Tangerang Heri Heryanto menerima penghargaan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise. FOTO KANAN: Plt Kepala DPMP3AKB Khairati (dua dari kanan) berpose usai menerima penghargaan kota layak anak tingkat pratama di acara penghargaan kota atau kabupaten layak anak, di Riau, Sabtu (22/7).

RIAUKota dan kabupaten di Tangerang Raya layak menyandang kota layak anak (KLA). Ketiganya mendapatkan penghargaan Kota Layak Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Cakupan Akta Kelahiran Anak, pada puncak Hari Anak Nasional di Hotel Swiss Bell Kota Pekanbaru, Riau, Sabtu (22/7).

Penghargaan diberikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise. Untuk Pemkab Tangerang diterima Asda I Heri Heryanto, Pemkot Tangerang diterima Walikota Tangerang Arief R Wismansyah, dan Pemkot Tangsel diterima Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perlindungan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPMP3AKB) Kota Tangsel Khairati.

FOTO BERSAMA: Walikota Tangerang Arief R Wismansyah berfoto bersama pejabat lainnya usai menerima penghargaan kota layak anak, Sabtu (22/7).

Asda I Pemkab Tangerang Heri Heryanto mengatakan, Kabupaten Tangerang mendapatkan kategori pratama sebagai kota layak anak 2017 dan penghargaan untuk percepatan cakupan pemberian akta kelahiran anak tahun 2017 kategori pratama. ”Ini merupakan capaian yang positif bagi Pemkab Tangerang. Penghargaan ini hasil kerja Pak Bupati dan OPD,” ujarnya.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menyampaikan ungkapan terima kasih kepada jajaran OPD dan seluruh masyarakat yang telah mendukung program-program pembangunan. Menurutnya, hak sipil anak adalah kewajiban semua pihak untuk memberikannya. Mulai dari perolehan akta kelahiran, kesehatan dasar, serta kesejahteran pendidikan.

”Itulah hak anak yang patut kita penuhi, sebagai penerus bangsa mereka berhak mendapatkannya hak-hak mereka, agar tinggal dengan nyaman, aman, sehat dan selamat,” ujar Zaki.

Untuk Kota Tangerang, tak hanya dianugerahi sebagai kota layak anak (KLA). Pemkot Tangerang juga menempatkan wakilnya, yaitu Meycan, siswi SMA Negeri 11, sebagai duta anak mewakili Provinsi Banten.

Walikota Tangerang Arief R Wismansyah mengaku bersyukur upaya Pemkot Tangerang dalam mewujudkan kota layak anak diapresiasi pemerintah pusat. Bahkan, prestasi anak Kota Tangerang sangat membanggakan dengan hadirnya Meycan, sebagai duta anak mewakili Provinsi Banten, yang unjuk gigi di hadapan Presiden Joko Widodo di puncak Hari Anak Nasional pada 23 Juli yang dipusatkan di Halaman Kantor Gubernur Riau.

”Kedua capaian tersebut makin memberikan motivasi pada kami serta masyarakat untuk terus berupaya mewujudkan kota layak anak yang mampu mempersiapkan generasi masa depan sehingga ke depan anak-anak di Kota Tangerang dapat menjadi generasi yang bermanfaat,” kata Arief.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perlindungan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPMP3AKB) Kota Tangsel Khairati mengatakan, pengahargaan ini merupakan dedikasi pemerintah pusat terhadap usaha OPD dan masyarakat dalam mewujudkan kota yang aman bagi anak-anak.

Meskipun masih berada di tingkat pratama, ia mengatakan, akan terus berupaya untuk mengembangkan program kerja.

”Banyak sekali program kerja yang akan kita lakukan dalam menaikkan satu tingkat menjadi madya. Kami bersyukur bahwa predikat kota layak anak masih melekat di Kota Tangsel,” kata Khairati.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany berharap penghargaan ini dapat terus mendorong pemerintah untuk memberikan perhatian penuh terhadap pemenuhan hak-hak anak dan turut serta menjaga dan memberikan kasih sayang kepada anak-anak yang dimulai dari keluarga.

Sementara, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise mengatakan, ada beberapa indikator yang harus dipenuhi daerah-daerah dalam mewujudkan KLA. Salah satunya seperti adanya taman kota.

Menurut Yohana, selain sebagai ruang terbuka hijau sarana taman kota juga bisa digunakan sebagai pusat kegiatan, menjadi taman bacaan atau tempat anak-anak berlatih musik.

”Yang jelas segala hal positif bisa menaungi anak-anak di setiap daerah dan komitmen pemimpin daerah untuk memenuhi hak anak,” ujarnya.

Yohana berharap penghargaan ini dapat terus mendorong pemerintah daerah dalam mengupayakan pemenuhan hak dan perlindungan anak. (Hendra S-Wahyu S-mg04/RBG)