Tangerang Siap Terapkan Kebijakan Diet Plastik

Dok: RB

TANGERANG – Tiga pemerintah daerah (Pemda) di Tangerang Raya siap menerapkan kebijakan diet plastik alias kantong plastik berbayar. Di Kota Tangerang didapat informasi, penerapan kebijakan tersebut masih dilakukan ujicoba. Saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang masih berkoordinasi dengan ritel dan minimarket. Selain itu sedang menyiapkan naskah untuk peraturan walikota.

Dilansir dari Harian Radar Banten, Kepala Bidang Peningkatan Kapasitas dan Peran Serta Masyarakat (PKPSM) pada Badan Penanggulangan Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Tangerang Mohammad Adli mengatakan, kebijakan kantong plastik berbayar akan dimulai 26 Februari mendatang. Penerapan akan ditandai dengan launching dan dukungan penandatanganan oleh para pelaku peritel dan mini market. “Jadi saat ini masih uji coba,” katanya seraya menambahkan satu kantong plastik akan dikenakan biaya Rp500, Minggu (21/2/2016).

Kata dia, Pemkot Tangerang sangat mendukung kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya Bakar tersebut. Bahwa KLHK telah mengeluarkan surat edaran (SE) Nomor 71/MENLHK-II/2015 pada 21 Februari 2015. Dalam SE tersebut, menteri meminta pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten dan kota, termasuk produsen serta pelaku usaha melakukan langkah simultan dalam pengurangan dan penanganan sampah plastik.

“Hari ini kita sedang dilakukan uji coba plastik berbayar sebelum diberlakukan serentak di seluruh Indonesia pada Juni 2016 mendatang,” terangnya.

Sementara, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar yang hadir langsung di Tugu Adipura, Kota Tangerang, dalam Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) kemarin menyampaikan, bahwa kegiatan Deklarasi Peduli Sampah yang diikuti ribuan peserta dari berbagai lapisan masyarakat patut menjadi model percontohan penanganan sampah di Indonesia. “Ini bisa menjadi contoh seluruh Indonesia, terutama Jakarta dan Jabodetabek,” ujarnya.

“Ini gambaran dari tekad semua masyarakat dan aktivis yang bisa mengaktualisasi diri mewujudkan kota yang bersih, kota yang rapi, dan bisa dilihat koridor-koridornya hijau, bagus dan kita sangat menghargai itu,” ujarnya.

Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah menegaskan, pihaknya bersama masyarakat Kota Tangerang sangat siap untuk menjawab tantangan mewujudkan Indonesia Bebas Sampah 2020. “Dengan dukungan dari masyarakat, komitmen dari para komunitas dan bimbingan dari kementerian, kita siap mewujudkan Indonesia Bebas Sampah 2020 dari Kota Tangerang,” ujarnya.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Tangerang Hadisa Mansyur mengatakan, pihaknya mendukung kebijakan kantong plastik berbayar yang dibebankan kepada konsumen. Rencananya akan diterapkan Rp200 sampai Rp300 per kantong plastik.  ”Tembusan dari Kementerian Lingkungan Hidup sudah ada, tapi sosialisasi tersebut belum menyeluruh,” kata Hadisa Mansyur kepada Harian Radar Banten, Minggu (21/2/2016)

Hadisa mengatakan, nantinya sejumlah konsumen yang menginginkan kantong plastik belanja akan diarahkan membeli tas belanja dari bahan kain daur ulang agar bisa dipakai berkali-kali.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Tangsel Rahmat Salam menyambut baik kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang plastik berbayar ini. “Pastinya kami mendukung pengurangan penggunaan kantong plastik,” ujarnya.

Menurutnya, dengan adanya kebijakan ini bisa meminimalisasi sampah plastik yang sulit terurai. Dengan dikeluarkannya kebijakan ini dapat mengurangi jumlah sampah plastik 30 persen dari seluruh volume sampah di Kota Tangsel. “Implementasi kebijakan untuk mengurangi penggunaan kantong plastik akan didukung, dengan Peraturan Walikota maupun Peraturan Daerah,” kata mantan sekretaris DPRD ini.

Kebijakan plastik berbayar ini diharapkannya tidak membebani masyarakat. Meski pun masyarakat harus membeli sendiri kantong plastik saat berbelanja. Namun, dengan harga yang murah. “Kalau harga Rp200 per kantong plastik saya kira tidak memberatkan konsumen. Tapi saya harapkan juga konsumen yang membeli membawa kantong sendiri untuk belanjaanya. Ini untuk mengurangi sampah,” pungkasnya.

Walikota Airin juga mengajak masyarakat Tangsel untuk mencintai lingkungan melalui program “Diet Plastik”, yakni program untuk mengurangi penggunaan kantong plastik ketika belanja di mini market atau supermarket. “Ketika belanja warga harus bawa kantong plastik sendiri daripada harus bayar 200 rupiah tiap kantong,” ujarnya.  (RB/iws/mg-09/riz/mg-25/asp)