Tangerang Waspada Penyakit Demam Berdarah

TIGARAKSA – Wilayah Tangerang memasuki fase waspada penyakit demam berdarah. Sejumlah upaya dilakukan untuk mengantisipasi hal buruk yang akan terjadi. Hingga Selasa (22/1), dari Kabupaten Tangerang dilaporkan 16 warga terkena DBD.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dr. Desiriana Dinardianti mengatakan, persentase peningkatan penyakit DBD per Januari 2019 mengalami kenaikan, dibandingkan bulan yang sama di tahun lalu. ”Bulan Januari tahun kemarin cuma delapan orang kena DBD. Artinya ada peningkatan hebat,” ujar Desiriana, Selasa (22/1).

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Tangerang dr Hendra Tarmizi menambahkan, di Januari ini Indonesia memasuki siklus perubahan cuaca lima tahunan. Dengan intensitas hujan yang tinggi. ”Jadi memang akan lebih jauh peningkatannya,” kata Hendra saat ditemui Radar Banten di Puskesmas Pasarkemis.

Ia menambahkan status Kabupaten Tangerang terkait DBD ini masih waspada. Dia berharap jangan meningkat dengan status kejadian luar biasa (KLB) DBD. Meski terjadi peningkatan DBD yang cukup signifikan, Dinkes dan puskesmas-puskesmas di Kabupaten Tangerang masih mampu menanganinya.

Hendra memaparkan, Dinkes telah menekankan semua puskesmas untuk melakukan tindakan preventif. Termasuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar melakukan pemeriksaan jentik di rumah sendiri, dan pemberantasan sarang nyamuk. Dan, yang paling penting pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M (menguras, menutup, dan menguburr,-ed).

Plt Kadis Kesehatan Kota Tangsel Deden Deni menyatakan, sudah mengeluarkan surat edaran kepada puskesmas untuk antisipasi merebaknya DBD. ”Sejak awal bulan, saya sudah mengeluarkan surat edaran untuk melakukan pengawasan dan penanganan DBD. Selain itu, memerintahkan untuk melakukan fogging,” jelasnya, Selasa (22/1).

Disinggung mengenai jumlah penderita DBD, Deden mengaku masih melakukan pendataan. ”Untuk pastinya, kami belum bisa rilis. Soalnya, tim masih melakukan pendataan. Besok kami akan melakukan konpres berapa jumlah yang terkena DBD,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pamulang Fitri Oriza membantah beredarnya kabar yang menyebut ada 13 warga Perumahan Lembah Pinus, dua di antaranya meninggal dunia. Fitri mengaku langsung mendatangi lokasi tersebut. Hanya ada tiga penderita saja. Dan semuanya sudah ditangani. Ia menyatakan, petugas sudah melakukan kunjungan lapangan dan investigasi jentik ke lokasi-lokasi penderita. ”Kalau membutuhkan fogging, kami koordinasi dengan Dinkes,” katanya. Fitri berharap, warga bisa lebih mengenali gejala demam berdarah. Jika demam lebih dari dua hari, wajib diperiksakan. (Wahyu S-Haris/RBG)