Tanggapi Survei Versi Indo Barometer, Sukira: Saya Cuma Percaya 50 Persen

Ilustrasi Pilgub
Ilustrasi Pilgub

SERANG – Hasil survei lembaga Indo Barometer yang menempatkan Gubernur Banten Rano Karno di posisi teratas tidak membuat Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten HM Sukira terkesan. Menurut dia, partainya tidak hanya melihat satu survei sebagai parameter mengusung calon kepala daerah.

HM-Sukira-351x185

“Tingkat kepercayaan saya pada survei itu baru 50 persen,” kata Sukira kepada Radar Banten Online, melalui sambungan telepon seluler, Rabu (1/6/2016).

Sukira juga mengatakan, meski hasil survei popularitas dan elektabilitas Rano Karno tinggi, saat ini bakal calon lain masih melakukan kerja-kerja politik. Sehingga, peluang untuk hasil survei berubah masih besar. “Angka survei bisa berubah-ubah kapan saja,” katanya.

Sukira mempertanyakan format survei Indo Barometer yang tidak membuat simulasi pasangan bakal calon. “Seandainya saja Indo Barometer memasangkan antara bakal calon satu dengan bakal calon lainnya, dengan angka yang seperti itu, bisa saja kepercayaan saya meningkat,” ujar dia.

Dia malah penasaran dengan hasil survei bila Rano Karno disandingkan dengan Andika Hazrumy. Menurutnya akan baik bila Rano Karno bisa disandingkan dengan bakal calon gubernur lainnya, seperti Andika Hazrumy yang dinilai mendapat dukungan kuat dari masyarakat. “Semoga saja sampai pencoblosan tetap segitu angkanya. Harapan pribadi saya, Rano bisa berdampingan dengan Andika Hazrumy karena dukungan dari rakyat untuknya (Andika) kuat,” kata Sukira.

Seabelumnya, pakar politik asal Universitas Indonesia (UI) Ibnu Hamad yang turut hadir dalam diskusi tersebut juga mengkritisi hasil survei yang sama. Ibnu Hamad menilai jumlah responden dalam survei tersebut kurang relevan karena jumlah pemilih di Banten jauh lebih banyak. “Respondennya hanya delapan ratus, sedangkan pemilih di Banten jauh lebih banyak. Jutaan,” tegas Ibnu.

Dikatakan Ibnu, waktu pelaksanaan survei ini masih jauh dari masa kampanye dan penyelenggaraan pilgub. Sehingga hasil masih sangat memungkinkan berubah. “Bicara survei ini bicara terkait keimanan. Sejauh mana keimanan kita terhadap hasil survei tersebut?” ucap Ibnu. (Fauzan/RBOnline)