Tim renbang Kota Tangsel berfoto bersama usai sukses menjadi juara umum pada Kejurda Renang Banten 2018, Selasa (3/4).

TANGERANG-Perenang Kota Tangsel menunjukkan kemampuan sebagai yang terbaik di lintasan renang khususnya pada Kejurda Renang Banten 2018 yang berakhir, Selasa (3/4) sore di Kolam Renang Citra Raya Sport Club, Kabupaten Tangerang. Untuk keempat kalinya Kota Tangsel keluar sebagai juara umum Kejurda renang secara beruntun sejak 2015.

Kota Tangsel tampil sebagai juara umum setelah sukses mengoleksi 32 medali emas, 31 medali perak dan 31 medali perunggu. Kejutan terjadi di posisi kedua yang diraih Kabupaten Tangerang dengan raihan 25 medali emas, 16 medali perak dan sebelas medali perunggu.

Raihan ini melewati capaian langganan tiga besar Kejurda Kota Tangerang dan Kota Cilegon yang menempati urutan ketiga dan kelima. Kota Tangerang meraih 16 medali emas, sebelas medali perak dan sembilan medali perunggu. Sedang Kota Cilegon yang melorot di posisi kelima mendulang delapan medali emas, sebelas medali perak, dan sepuluh medali perunggu.

Kota Serang pun menyajikan kejutan dengan keberhasilan menembus posisi keempat dengan capaian sebelas medali emas, enam medali perak, dan sembilan medali perunggu. Sementara saudara tua Kota Serang, Kabupaten Serang berada di posisi keenam dengan capaian enam medali emas dan delapan medali perak.

Menanggapi capaian tersebut pelatih renang Kota Tangsel Puji Raharjo menyatakan rasa senangnya karena mampu mempertahankan gelar juara umum. Hasil yang dicapai membuktikan kalau pembinaan renang di Kota Tangsel berjalan baik. “Kalau soal jumlah medali kami belum optimal, karena banyak atlet kami yang tak tampil lantaran sedang menjalani ujian sekolah. Kalau mereka turun saya jamin medali yang kami raih lebih banyak,” ucapnya.

Selain itu Puji memuji pelaksanaan Kejurda kali ini yang berjalan cukup baik. Namun demikian, ia tetap memberi masukan terkait mutasi atlet dari luar provinsi yang masih belum sesuai aturan dalam AD/ART (anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga) PRSI Banten. “Kedepan aturan mutasi harus tegas, kalau disyaratkan harus enam bulan sebelum Kejurda ya harus dilaksanakan. Karena kami ingin semua memperbaiki prestasi renang Banten dan itu harus sesuai aturan yang ada,” harap puji.

Sementara itu Ketua Pengprov PRSI Banten Moch. Poppy Nopriadi menyatakan rasa puas atas pelaksanaan Kejurda kali ini meski digelar mendadak. Itu terjadi setelah pelaksanaan yang rencananya digelar di Kota Cilegon urung dilakukan. “Tapi karena kebersamaan antar Pengcab semua tetap bisa digelar walau ditengah keterbatasan yang ada. Saya harap semangat ini menjadi modal buat insan renang di Banten untuk bersama-sama meningkatkan prestasi di level nasional,” tegasnya.

Sementara itu delapan atlet terpilih sebagai The Best Swimer. Untuk kelompok umur IV terpilih sebagai perenang terbaik putra adalah Yonathan Chrislie Wijaya dari Kota Tangsel setelah mengumpulkan 5 medali emas sementara Jennyfer Titaniarani Carolina asal Kabupaten Tangerang keluar sebagai perenang terbaik putri dengan raihan enam medali emas.

Di kelompok umur III Darren Chailand asal Kabupaten Tangerang mampu menjadi yang terbaik di kategori putra dengan 3 medali emas. Sementara Genie Izdihar Putri asal Kota Tangsel keluar sebagai yang terbaik di kategori putri dengan 7 medali emas.

Pada Kelompok umur II, keluar sebagai yang terbaik di bagian putra adalah Ishanul Kamil AP dari Kota Serang dengan raihan 6 medali emas. Sedang atlet Kabupaten Tangerang Theresia Nadia Harjatno keluar sebagai yang terbaik di putri dengan lima medali emas.

Di Kelompok umur I atau senior perenang M. Alifka Ihsan dari Kota Cilegon keluar sebagai yang terbaik putra dengan raihan 7 medali emas. Perenang Danna Asyifa Asmoro asal Kabupaten Serang yang mengemas 5 medali emas keluar sebagai yang terbaik di bagian putri. (apw/ibm/RBG)