Tanpa Hambatan, Iman-Edi Sah Jadi Walikota dan Wakil Walikota Cilegon Terpilih

Pilkada Cilegon
Ketua KPU Cilegon Fathullah (tengah) memberikan berkas penetapan Walikota dan Wakil Walikota Cilegon terpilih Tb Iman Ariyadi dan Edi Ariadi, usai rapat pleno penetapan di kantor KPU Cilegon, Senin (21/12/2015). (Foto: Humas KPU Cilegon)

CILEGON – Langkah Tb Iman Ariyadi-Edi Ariadi untuk menjadi Walikota dan Wakil Walikota Cilegon periode 2016-2021 benar-benar berjalan mulus. Keduanya melaju tanpa hambatan, karena pasangan Sudarmana-Marfi Fahzan tak mengajukan gugatan pada hasil pilkada 9 Desember.

Kemarin Senin (21/12/2015), KPU Kota Cilegon menggelar rapat pleno penetapan Walikota dan Wakil Walikota Cilegon terpilih. Pasangan Iman-Edi pun secara resmi ditetapkan berdasarkan surat keputusan (SK) KPU Nomor: 57/KPPS/KPU-CLG-015.436430/2015. Pada pilkada lalu, Iman-Edi memperoleh 135.204 suara, sedangkan Sudarmana-Marfi memperoleh 39.538 suara.

Rapat pleno dihadiri masing-masing tim pemenangan, termasuk dua pasangan calon Sudarmana-Marfi dan Iman-Edi. Seusai rapat pleno, Sudarmana mengakui kekalahannya pada pilkada. “Yang namanya kompetisi itu pasti ada yang kalah dan ada yang menang. Tapi saya ini kalahnya secara terhormat. Jadi sudah tidak ada masalah,” terang Sudarmana.

Dia berpesan kepada pasangan Iman-Edi, agar selama menjabat bisa menjalankan tugas dengan baik dan benar. “Saya legawa menerima kekalahan ini. Karena setiap pertandingan pasti ada yang kalah dan ada yang menang,” ujar mantan Danramil Cilegon ini.

Sementara itu, Tb Iman Ariyadi mengucapkan terima kasih kepada pasangan Sudarmana-Marfi yang mau menerima hasil pilkada ini. “Mereka sudah bisa menunjukkan kedewasaan berdemokrasi dengan cara menerima hasil pilkada ini,” terang Iman.

Dalam kesempatan itu, Iman mengaku siap menerima gagasan Sudarmana-Marfi yang pernah disampaikan saat kampanye dan debat publik. “Bila ada keselarasan dengan visi dan misi kita, ya kita akan terima gagasan Pak Sudarmana dan Pak Marfi,” ujar politikus Partai Golkar ini.

Pada periode kedua kepemimpinannya sebagai walikota dan wakil walikota bersama Edi Ariadi, Iman menegaskan bahwa dirinya akan melanjutkan program-program yang pernah ia buat pada periode pertama. “Ya kita akan lanjutkan program yang sudah kita mulai dulu,” tuturnya

Ketua KPU Cilegon Fathullah mengatakan, setelah selesai tahapan rapat pleno penetapan calon, tahapan selanjutnya adalah pelantikan walikota dan wakil walikota terpilih. “Berdasarkan peraturan KPU, nanti kami akan mengajukan surat pengesahan dan penetapan Walikota dan Wakil Walikota Cilegon periode 2016-2021 kepada Pemprov Banten,” katanya.

Sesuai tahapan, seharusnya pelantikan walikota dan wakil walikota digelar pada Maret 2016. Tetapi rencana itu diundur hingga Juni 2016 karena ada kebijakan Kementerian Dalam Negeri. “Kami tidak tahu kenapa diundur,” pungkasnya. (RB/mg08/ibm/ags)