Ilustrasi pawai panjang mulud

SERANG – Panjang Mulud dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tingkat Kota Serang tahun ini kurang meriah karena tanpa ‘Ngoropok’ atau rebutan makanan. Padahal ngeropok merupakan salah satu bagian dari ciri khas masyarakat Banten saat panjang mulud.

“Untuk tahun ini tetap memberikan semangat melestarikan budaya lokal. Hanya tampilan sekarang agak lain, kekurangan yakni tidak ada panjang mulud di mobil. Tidak ada ngeropok, ini hasil evaluasi tahun lalu,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang Ahmad Zubaedilah, kepada wartawan usai melakukan Pawai Gebyar Panjan Mulud Kota Serang, Rabu (23/12/2015).
Ia mengatakan, karena melihat kondisi tadi kurang meriah, ke depan akan diadakan lagi dan ini sudah disampaikan tadi oleh Walikota Serang.

“Evaluasinya memang dari tahun lalu, ngoropok ini banyak mudaratnya karena berebutan dan kadang sampai membuat celaka. Namun Pak Walikota tadi menginginkan ke depan ini akan dikembalikan dengan meningkatkan pengawasan. Karena ini merupakan budaya yang menjadiri ciri khas pajang mulud,” katanya.

Kendati tidak ada ngeropok, untuk tahun ini, para SKPD Pemkot Serang menyedikan paket yang langsung diberikan kepada masyarakat yang hadir pada acara panjang mulud tersebut.

Sementara itu, Walikota Serang Tubagus Haerul Jaman mengakui, pada panjang mulud tahun ini berbeda dengan sebelumnya karena hasil evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya.

Pantauan Radar Banten Online, kendati tidak ada pajangan makanan untuk ngoropok di hiasan-hiasan, warga yang hadir langsung mengerumuni makan-makanan yang dilombakan bagi SKPD, usai dinilai oleh Walikota Serang. (Fauzan Dardiri)