LEBAK – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lebak. Mereka ingin memastikan masyarakat Lebak, khususnya komunitas adat Baduy dapat menyalurkan hak politiknya pada Pemilu 2019.

Komisioner Komnas HAM RI Amirudin mengatakan, menjelang pemilu Komnas HAM RI melakukan kunjungan ke lima provinsi di Indonesia. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan hak masyarakat di bidang politik terfasilitasi dan terpenuhi.

“Kegiatan ini untuk memastikan masyarakat di daerah dapat menyalurkan hak politiknya pada hari pencoblosan nanti. Cukup dengan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) masyarakat di Lebak bisa memilih,” kata Amirudin kepada wartawan di kantor KPU Lebak, Kamis (21/3).

Dikatakannya, persiapan pemilu 2019 telah dilakukan dengan baik oleh KPU Lebak. Mulai dari pendataan pemilih hingga kesiapan logistik yang harus sudah ada di TPS sehari sebelum pemungutan suara. Termasuk di kawasan adat masyarakat Baduy. Di sana, KPU membuat 27 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 11 titik lokasi. Untuk itu, Komnas HAM meminta pemerintah daerah memfasilitasi kelancaran pemungutan suara dengan menyediakan alat penerangan. Apalagi, proses pemungutan dan penghitungan suara diprediksi akan terjadi sampai malam hari.

“Semua persiapan telah dilakukan dengan baik oleh KPU Lebak, termasuk di Baduy,” terangnya.

Ketua KPU Lebak Ni’matullah menjelaskan, KPU Lebak kedatangan rombongan dari Komnas HAM untuk memastikan masyarakat di Lebak, khususnya masyarakat adat dan kasepuhan dapat menyalurkan hak politiknya pada pemilu 2019.

“Komnas HAM hanya ingin memastikan KPU dan Pemkab Lebak memfasilitasi masyarakat adat dan kasepuhan dalam pemungutan suara. Kita sudah siapkan 27 TPS di Baduy, sehingga mereka dapat menyalurkan haknya pada 17 April yang akan datang,” paparnya.(Mastur)