Pintu masuk Kawasan Industri Krakatau Estate di Kota Cilegon.

SERANG – Pemerintah pusat menargetkan investasi di Banten sebesar Rp236 triliun selama masa rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2015-2019. Sementara target investasi secara nasional Rp3.600 triliun.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BKPMPT) Provinsi Banten Babar Suharso mengungkapkan, sebanyak 126 perusahaan sudah siap masuk ke tiga kawasan industri yaitu Kawasan Industri Modern Cikande, Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC), dan Kawasan Industri Wilmar Bojonegara). “Sebagian besar PMA ([enanaman modal asing). Satu perusahaan, nilai investasinya bisa mencapai ratusan miliar,” ujar Babar usai salat Jumat di Masjid Raya Al-Bantani, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Jumat (19/2/2016).

Program investasi di Banten, lanjut dia, berorientasi ekspor dan substitusi impor. Dengan program tersebut Banten akan menjadi salah satu kawasan andalan investasi ekspor. Sedangkan program investasi lainnya yaitu program investasi padat karya.

Menurut Babar, lima tahun mendatang, kemungkinan besar akan ada pertambahan kawasan industri. Saat ini banyak yang membuat kawasan, namun belum memiki izin kawasan. Setelah mengetahui terdapat program izin investasi izin konstruksi, perusahaan berupaya mengajukan perizinan. Misalnya Desember lalu masuk izin kawasan untuk kawasan industri Cikupa Mas di Kabupaten Tangerang.

“Semoga dengan tiga program investasi tersebut target bisa tercapai. Tahun 2015 investasi mencapai Rp45 triliun. Dari izin investasi itu, investor perlu pembangunan konstruksi selama dua tahun ke depan. Itu bisa menyerap ribuan tenaga kerja,” katanya. (Bayu)