Target Kunjungan Museum Multatuli Meningkat

0
613 views

LEBAK – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lebak menargetkan jumlah kunjungan wisatawan ke Museum Multatuli sebanyak 50 ribu orang pada 2020.

Target tersebut meningkat 20 ribu orang dibandingkan dengan 2019 yang hanya 30 ribu orang.

Kepala Seksi Museum dan Cagar Budaya Dindikbud Lebak Ubaidillah mengatakan, Museum Multatuli telah menjadi tujuan utama wisatawan yang datang ke Lebak. Tidak lengkap bagi wisatawan jika datang ke Lebak tanpa mengunjungi museum anti kolonialisme pertama di Indonesia tersebut. Hampir setiap hari pengunjung mengunjungi museum dan melihat berbagai koleksi benda cagar budaya di dalamnya. Termasuk patung Multatuli, Saidja, dan Adinda.

“Targetnya kita tingkatkan menjadi 50 ribu orang pengunjung tahun ini. Karena tahun lalu, target kunjungan ke Museum Multatuli melampaui target, yakni mencapai 65 ribu orang lebih dari target 30 ribu orang pengunjung,” kata Ubaidillah kepada Radar Banten, Seniin (13/1).

Menurutnya, Museum Multatuli memiliki keunikan tersendiri dibandingkan museum lain yang ada di Indonesia. Karena itu, para pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia tertarik datang ke Lebak.

Apalagi, tahun ini akan dirayakan 200 tahun Multatuli di Kabupaten Lebak. “Mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum banyak yang datang ke sini. Mereka tidak sekedar melihat koleksi museum. Tapi juga mendalami mengenai pokok-pokok pikiran Multatuli yang menginspirasi para pejuang kemerdekaan di negeri ini,” ungkapnya.

Dijelaskannya, ada 120 koleksi benda cagar budaya dan bersejarah yang tersimpan di Museum Multatuli. Diantaranya, prasasti peresmian museum, mozaik kaca wajah Multatuli, miniatur kapal de Batavia, tong besar, peti harta karun besar, dan peti harta karun kecil.

Selanjutnya, topi kontrolir, udeng Baduy warna putih, udeng Baduy warna biru, teko tembikar, alat penggilingan kopi manual, pelana kuda, koin guldent setengah sent, litografi Multatuli, dan ubin rumah Multatuli.

“Wisatawan yang berkunjung ke Museum Multatuli juga bisa napak tilas dengan melihat eks rumah Multatuli di belakang RSUD Adjidarmo. Rencananya, eks rumah Multatuli akan direvitalisasi tahun ini,” jelasnya.

Kepala Dindikbud Kabupaten Lebak Wawan Ruswandi mengungkap, penetapan target kunjungan ke Museum Multatuli didasarkan kepada hasil evaluasi kunjungan wisatawan pada 2019 ke museum anti kolonialisme pertama di Indonesia itu.

Tahun lalu, lanjutnya, kunjungan wisatawan membeludak, sehingga tahun ini jumlah pengunjung ditargetkan mencapai 50 ribu orang. Oleh karena itu, dia optimistis target tersebut dapat tercapai. Apalagi, akan banyak event yang akan dilaksanakan di Museum maupun pemerintah daerah, misalnya perayaan 200 tahun Multatuli dan Festival Seni Multatuli yang telah dilaksanakan sejak 2018.

“Saya optimistis target kunjungan wisatawan terlampaui tahun ini. Apalagi, masyarakat, mahasiswa, dan pelajar, sudah mengenal keberadaan Museum Multatuli di kota Rangkasbitung. Ditambah lagi, dalam waktu dekat akan dioperasikan Jalan Tol Serang–Rangkasbitung,” katanya. (tur/zis)