Target Meleset, Komisi IV Minta Pemprov Banten Fokus Bangun Jalan

0
122 views

SERANG – Pembangunan jalan provinsi sepanjang 762,03 kilometer ditargetkan rampung tahun depan. Untuk mewujudkannya, Pemprov menargetkan jalan rusak akhir 2019 tersisa 18,5 kilometer.

Namun, target Pemprov itu dipastikan meleset, lantaran target pembangunan jalan rusak tahun ini sepanjang 59,20 kilometer mengalami kendala. Salah satunya proyek pembangunan ruas Jalan Mengger Mandalawangi-Caringin sepanjang 10 kilometer sempat gagal lelang.

Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi Komisi IV DPRD Banten dengan Biro Bina Infrastruktur dan Sumber Daya Alam serta Biro Administrasi Pembangunam Daerah (Adpem) Banten di ruang rapat Komisi IV, Rabu (23/10).

Juru Bicara Komisi IV DPRD Banten, Dede Rohana mengatakan, jalan provinsi yang rusak hingga tahun ini lebih dari 75 kilometer. Dalam APBD Banten 2019, Pemprov menarget pembangunan jalan rusak sepanjang 60 kilometer. Sementara sisanya sekira 18,5 kilometer akan dibangun tahun anggaran 2020. “Namun berdasarkan laporan yang diterima Komisi IV, target pembangunan jalan tahun ini terancam tidak selesai sesuai target. Karena ada yang gagal lelang,” kata Dede kepada wartawan usai rapat.

Politikus PAN ini melanjutkan, salah satu yang meleset dari target adalah ruas Jalan Mengger Mandalawangi-Caringin sepanjang 10 kilometer dengan pagu anggaran Rp38,5 miliar. “Sempat gagal lelang, kemudian dalam lelang kedua hanya akan dibangun tujuh kilometer. Tiga kilo sisanya akan dilanjutkan tahun anggaran 2020,” jelasnya.

Bila target tidak tercapai, itu artinya ada hal yang harus dievaluasi dalam perencanaan awal. “Padahal Gubernur Banten dalam nota pengantar APBD 2020 menyebutkan jalan rusak yang tersisa hanya 18,5 kilometer saja,” tegas Dede.

Adanya fakta bahwa pembangunan ruas Jalan Mengger-Mandalawangi tidak akan rampung sesuai target, itu menjadi bukti bahwa Pemprov masih gagal fokus melakukan proses lelang. “Setiap tahun proyek infrastruktur selalu dievaluasi soal proses lelang. Tahun ini kembali terjadi,” urainya.

Ke depan, Dede meminta Pemprov untuk mempersiapkan lebih matang proses lelang. “Gagal lelang terjadi lantaran proses lelang baru dimulai pada triwulan II, harusnya lelang dimulai sejak awal tahun,” pintanya.

Sebelumnya, rapat koordinasi Komisi IV dengan Kepala Biro Adpem dan Kepala Biro Bina Infrastruktur dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV Eri Suhaeri. “Evaluasi OPD mitra kerja Komisi IV akan dilanjutkan akhir Oktober mendatang,” ungkapnya.

Sementara Kepala Biro Adpem Banten Mahdani menuturkan, akhir Oktober semua OPD akan melaporkan capaian realisasi serapan anggaran APBD 2019 triwulan III. “Nanti akan ketahuan proyek infrastruktur yang tidak mencapai target,” katanya.

Terkait adanya gagal lelang proyek pembangunan ruas Jalan Mengger Mandalangi-Caringin, Mahdani mengakui bahwa gagal lelang terjadi lantaran ada yang menyanggah pemenang lelang pertama. “Pada lelang kedua, telah ditetapkan pemenang lelang (PT Yasuba), namun karena terbatasnya waktu pengerjaan, target pembangunan jalan berkurang dari seharusnya 10 kilometer menjadi tujuh kilometer,” pungkasnya. (den/air/ags)