Target Perbaikan JLS Cilegon Terancam Meleset

Sejumlah pekerja membersihkan sungai yang tertimbun longsor di Jalan Lingkar Selatan (JLS), Selasa (15/5).

CILEGON – Perbaikan Jalan Lingkar Selatan (JLS) terancam molor. Hingga Selasa (15/5), belum ada perusahaan yang memenangkan tender perbaikan jalan tersebut meski Pemkot Cilegon sudah menerapkan tender cepat. Target bisa dilintasi sebelum Lebaran pun bisa gagal.

Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon Edi Ariadi mengakui bahwa pihaknya masih menemui sejumlah kendala, di antaranya belum ada pemenang tender. Padahal, kata Edi, pihaknya sudah menggandeng Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) agar proyek tersebut bisa dilelang cepat.

“Dengan sistem lelang cepat lelang bisa dilaksanakan hanya dalam waktu tiga hari. Namun karena problem di pemborongnya, tender itu pun belum selesai hingga sekerang. Kendalanya persyaratan A persyaratan B, regulasinyalah,” ujarnya, Selasa (15/5).

Proses lelang cepat menurut Edi hanya berlaku untuk pengerjaan awal saja hingga jalan itu bisa dilalui oleh kendaraan-kendaraan kecil. Jika untuk penyelesaian hingga pengecoran akan dilelang seperti lelang proyek pada umumnya. “Kami berharap segera ada perusahaan atau pemborong yang memenuhi syarat agar target jalan itu bisa dilalui kendaraan kecil pada H-7 Idul Fitri bisa terealisasi,” jelasnya.

Sambil menunggu proses lelang, lanjut Edi, Pemkot Cilegon mengajak masyarakat dan elemen lain untuk gotong royong mengerjakan perbaikan JLS semampunya agar target bisa tercapai. Sejauh ini menurutnya sudah ada perusahaan yang menyumbangkan alat berat untuk membersihkan gorong-gorong yang sebelumnya hancur tertimbun longsoran. “Tapi, ada saja yang nyinyir, katanya anggaran belum ada, tapi sudah ada yang bersihin, itu kan agar bisa segera selesai,” katanya.

Kendala lain, lanjut Edi, belum terkumpulnya iuran dari perusahaan seperti yang telah disepakati sebelumnya. Menurutnya, hingga saat ini belum ada laporan dari koordinator perusahaan terkait pengumpulan dana itu. “Kami berencana kembali menggelar rapat dengan stakeholders terkait untuk membahas persoalan itu. Kami akan memanggil perusahaan untuk meminta penjelasan terkait belum terkumpulnya dana iuran perbaikan JLS,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Cilegon Andi Affandi menjelaskan, putusnya akses JLS membuat arus lalu lintas tersendat khususnya di Jalan Raya Cilegon-Anyar. Antrean kendaraan pada jam-jam sibuk tidak bisa terhindari setiap harinya.

Andi menjelaskan, pada pagi dan sore hari, kemacetan bisa terjadi berberapa kilometer. Hal itu merupakan konsekuensi dari putusnya akses penting bagi industri di Kota Cilegon serta pariwisata yang berada di Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang. “Karena itu, kita berharap agar proses perbaikan bisa segera selesai,” katanya.

Untuk mengurai kemacetan, Dishub Kota Cilegon menurunkan personel di sejumlah titik rawan kemacetan, dibantu dengan personel dari kepolisian. “Karena terbatas, personelnya yang kita terjunkan tidak terlalu banyak karena sebagian pelayanan dan di jalur-jalur yang lain. Di kecamatan Ciwandan sekitar empat orang,” katanya.

Malim Hander Joni, koordinator perusahaan yang notabene Corporate Affair PT Indorama Petrochemical, enggan berkomentar banyak terkait belum selesainya pengumpulan dana itu. “Tim kecil sudah membentuk komite,” katanya. Saat ditanya kapan pengumpulan dana akan dilakukan serta ditarget selesai kapan Joni tidak menjawab pertanyaan awak media. (mg09/ibm/dwi)