Target RPJMD Tahun Ini Meleset

0
381 views

WH-Andika Punya Waktu Dua Tahun Mengejar

SERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengejar target rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD). Keduanya hanya memiliki waktu dua tahun lagi untuk merealisasikan janji politik mereka.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten, Muhtarom mengatakan, tahun ini sejumlah target RPJMD meleset karena anggaran difokuskan untuk percepatan penanganan Covid-19. “Karena Covid-19, sejumlah target (RPJMD-red) meleset. Namun, berdasarkan hasil koordinasi, dibenarkan capaian RKPD (rencana kerja pemerintah daerah-red) tidak sama dengan yang tertuang dalam RPJMD,” ujar Muhtarom, kemarin.

Ia mencontohkan, kondisi ekonomi di Banten saat ini jauh dari yang ditargetkan. Berdasarkan data yang dimilikinya, di triwulan II lalu kondisi ekonomi Banten minus tujuh persen. Sedangkan target awal pertumbuhan ekonomi di Banten yang tertuang dalam RPJMD jauh dengan kondisi saat ini.

“Tidak mungkin terkejar karena kondisi pandemi yang tidak bisa kita bendung ini,” tuturnya. Apalagi, kondisi ekonomi di daerah sangat dipengaruhi oleh situasi nasional dan global.

Bahkan, lanjut Muhtarom, industri pengolahan yang ada di Banten yang menyumbang PDRB 30 persen sangat bergantung dengan eskpor di dua negara besar yakni China dan Amerika. “Dengan kondisi pandemi saat ini, semua ngerem,” ujarnya.

Kata dia, kondisi pertanian yang bagus juga belum dapat menopang pertumbuhan ekonomi lantaran sumbangannya ke PDRB hanya enam persen.

Untuk capaian makro di RPJMD seperti indeks pembangunan manusia (IPM), mantan Asda II Pemkot Tangerang ini mengaku relatif bagus. IPM yang dipengaruhi rata-rata lama sekolah, kesehatan, dan daya beli masyarakat tidak terlalu terdampak oleh pandemi Covid-19. “Hanya daya beli masyarakat saja. Tapi capaiannya sudah relatif bagus,” terangnya.

Meskipun begitu, ia mengatakan, masih ada beberapa target yang belum tercapai. Misalnya angka pengangguran dan kemiskinan yang justru meningkat di masa pandemi.

Namun, lanjut Muhtarom, dengan program pemulihan ekonomi nasional daerah, pihaknya berupaya agar perekonomian Banten tumbuh positif tahun depan dengan asumsi bahwa Covid-19 sudah tidak ada lagi. Apalagi, dengan pekerjaan padat karya, maka perekonomian akan kembali baik lagi. “Dengan padat karya, yang tadinya menganggur, bisa bekerja lagi. Dan mudah-mudahan industri kembali baik lagi,” tuturnya.

Sementara itu, terkait capaian infrastruktur, ia mengatakan, target jalan mantap yang tinggal 14 kilometer lagi akan dituntaskan tahun depan. Begitu juga dengan target pembangunan unit sekolah baru dan ruang kelas baru. “Anggaran untuk itu akan dicukupi. Kalau tahun ini tidak terlaksana, tahun depan dilaksanakan,” ujar Muhtarom.

Kata dia, program pendidikan, infratruktur, dan kesehatan akan tercapai tahun depan dengan asumsi tidak ada lagi pandemi Covid-19, vaksin ditemukan, serta orang terbiasa hidup normal baru.

Muhtarom mengaku, tahun ini semua belanja modal tergerus karena dialihkan untuk percepatan penanganan Covid-19. Namun, tahun depan anggaran akan dicukupi.

Bahkan, untuk infrastruktur jalan, bukan hanya target jalan mantap, tapi target spesifikasi jalan yang belum sesuai jalan provinsi juga ada. “Jalan tambahan yang dimunculkan dalam revisi RPJMD,” terangnya. Seperti ruas jalan Palima-Pakupatan, fly over Sudirman, hingga Jembatan Bogeg. “Banyak yang belum tercantum dalam RPJMD,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten, Rina Dewiyanti mengatakan, Pemprov Banten berkomitmen melakukan penyelesaian capaian target-target RPJMD. Salah satunya adalah penyediaan akses pendidikan yang memadai. (nna/air)