Target Sepuluh Besar, Satgas Pelatda PON Banten Beri Peringatan Cabor

PON

SERANG – Target mencapai sepuluh besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat, September, diminta semakin ditanamkan 38 cabor peserta PON oleh Satuan Tugas (Satgas) Pelatda PON Banten. Satgas pimpinan AKBP Agus Rasyid ini bahkan memberi warning (peringatan) pada cabor untuk semakin meningkatkan kemampuan semua elemen pelatda guna mencapai target tersebut.

Penegasan tersebut dikemukakan Agus, Komandan Satgas Pelatda PON Banten setelah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Pelatda, Jumat (10/6) sore. Evaluasi yang dilakukan berdasarkan laporan monitoring memunculkan informasi yang cukup membuat pihaknya terkejut, yaitu masih ada cabor yang menjalankan pelatda tidak sesuai dengan apa yang diprogramkan, baik cabor maupun KONI Banten. Dicontohkan Agus soal peran personel yang tercantum dalam surat keputusan (SK) pelatda belum terlihat jelas.

“Ada beberapa cabor yang di-monitoring, kinerja asisten pelatih dan tim ofisial atau mekanik tidak optimal terutama soal kehadiran saat pelatda. Bahkan, ada yang tak pernah hadir dalam pelaksanaan pelatda,” ungkap Agus. “Padahal, sama halnya dengan pelatih mereka mendapat honor,” imbuhnya, seperti dilansir Harian Radar Banten.

Selain itu, pihaknya juga menyoroti soal kinerja beberapa manajer tim yang berdasarkan pemantauan jarang terlihat mengawasi jalannya pelatda. Padahal, peran personel yang dimaksud dalam SK sangat menunjang pencapaian prestasi atlet di PON.

Ditambahkan pria yang juga Kepala Detasemen Gegana Brimob Polda Banten ini, menyangkut masih adanya cabor yang belum melaksanakan pelatda secara utuh, pihaknya akan melakukan pemanggilan. Berdasarkan data saat ini, ada cabor khususnya nomor perorangan yang masih menjalankan pelatda secara terpisah. Padahal, dengan jumlah peserta pelatda yang hanya dua atau tiga atlet sudah semestinya melakukan bersama. “Contoh cabor renang, hanya dua atlet, tapi tak jelas pelatdanya. Saat di-monitoring satu atlet pelatda di BSD Serpong (Tangsel-red), satunya pelatda di Bandung sementara pelatihnya entah di mana,” ungkap Agus.

Atas informasi inilah, selain memberi peringatan, pihaknya juga akan memanggil cabor yang menghadapi kendala tersebut. Pihak Satgas, kata Agus, akan kembali meminta komitmen cabor yang bersangkutan untuk pelaksanaan pelatda secara optimal. “Kami juga tak menutup kemungkinan memberi sanksi kepada personel maupun cabor yang bersangkutan. Sanksinya, sampai yang tertinggi, yakni pencoretan dari peserta PON,” tutup Agus. (Radar Banten)