Tarif Listrik Naik Hingga Enam Kali Lipat, Kantor PLN Didemo

Sejumlah mahasiswa dan masyarakat unjuk rasa di depan kantor PLN Kota Cilegon untuk memprotes kenaikan tarif listrik, Rabu (13/5).

CILEGON – Tarif listrik di Kota Cilegon alami kenaikan bervariasi dari tiga hingga enam kali lipat.

Hal tersebut pun membuat mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sipil dan Mahasiswa Kota Cilegon menggelar unjuk rasa di kantor PLN Kota Cilegon.

Massa aksi terdiri dari Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cilegon dan Jaringan Muda Indosia (JMI) Kota Cilegon.

Dalam aksi itu mahasiswa dan masyarakat menilai kenaikan tarif listrik yang dialami oleh sejumlah masyarakat di Kota Cilegon sebagai sebuah kejanggalan.

Dalam aksinya, mahasiswa melakukan penyegelan terhadap gedung kantor PLN Kota Cilegon.

Koordinator Aksi Hadi Rusmanto menjelaskan, aksi yang dilakukan sebagai bentuk protes kepada PLN karena mahalnya tagihan listrik. Sebab, tagihan listik menjadi tiga sampai enam kali lipat dari biasanya.

“Lah sekarang ini lagi pandemi, malah tagihan listrik dinaikkan seenaknya. Tanpa ada dasar hukum yang menjadi pijakan pengambilan rata-rata dan selisih bayar,” ujarnya.

Hadi menjelaskan, sejumlah masyarakat telah menyampaikan keluhan itu ke PLN. Namun responsnya dianggap tidak baik karena  warga dipaksa untuk membayar dulu tagihan yang mahal.

“Jika ada sisa tagihan dikompensasi bulan selanjutnya.  Logikanya, sekarang orang sedang butuh uang untuk ketahanan ekonomi, biasa beli beras malah buat bayar listrik jadinya. Hal itu tidak memberikan keadilan untuk warga. Uang beli beras kalau tagihan listrik besar yang kepakai buat listrik, jadi selain orang lawan Corona juga lawan kebijakan PLN,” paparnya.

Massa aksi lainnya, Rizki menyatakan, pihaknya sengaja melakukan penyegelan kantor PLN sebagai bentuk kemarahan kepada perusahaan milik negara atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PLN tidak berpihak kepada rakyat yang susah karena Corona.

“Sebagai perusahaan milik negara seharusnya mengambil kebijakan yang benar-banar membantu warga, sekarang kami minta kepastian uang rakyat dikembalikan karena sedang butuh,” ujarnya.

Rizki mengatakan, pihaknya juga meminta Ombudsman Banten untuk turun dan memanggil manajemen PLN Kota Cilegon untuk mempertanggungjawabkan buruknya pelayanan yang dilakukan. Sebab, sudah banyak laporan namun minim tindakan. Termasuk mahasiswa juga akan membuka posko pengaduan atau command center bagi warga yang memiliki kejanggalan pembayaran listrik.

“Kami minta Ombdusman juga untuk mengecek adanya maladminitrasi yang dilakukan oleh pihak PLN,” tuturnya. (bam/air)