Tarif Naik 30 Persen, Dewan Cilegon Minta RSUD Tingkatkan Pelayanan

CILEGON – Tarif pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon naik sebesar 30 persen dari tarif lama. Kenaikan tarif tersebut akan berlaku pada Februari mendatang.

Informasi kenaikan tarif pelayanan kesehatan tersebut terungkap saat rombongan Komisi II DPRD Kota Cilegon mengunjungi rumah sakit yang berlokasi di Jalan Bojonegara, Kelurahan Panggungrawi, Kecamatan Jombang.

Wakil Direktur Bidang Pelayanan dr Maisuri menjelaskan, kenaikan tarif akan berlaku untuk semua kelas, serta untuk pasien nonpeserta BPJS Kesehatan atau pasien umum.  “Kalau BPJS Kesehatan kan sudah paket,” ujar Maisuri usai mendampingi rombongan DPRD Kota Cilegon, Selasa (14/1). 

Dijelaskan Maisuri, kebijakan kenaikan tarif itu karena manajemen menganggap besaran tarif lama sudah tidak realistis dan tidak cukup untuk meng-cover layanan yang diterima oleh pasien.

Sebelumnya, tarif lama untuk Kelas I sebesar Rp60 ribu per hari, Kelas II Rp40 ribu, serta Kelas III Rp23 ribu. Tarif itu dinilai tidak cukup untuk meng-cover makan selama tiga kali sehari, obat-obatan, listrik, air, laboratorium, serta layanan lainnya.

Menyikapi kenaikan tarif layanan tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon Faturohmi menilai, kenaikan tarif menjadi hak RSUD Kota Cilegon. Namun, ia berharap kenaikan tarif tersebut diimbangi dengan peningkatan layanan serta fasilitas rumah sakit agar warga merasa nyaman.

“Yang pasti pelayanan harus diutamakan karena ini rumah sakit pemerintah, jangan sampai ada masyarakat yang tidak terlayani,” ujar Faturohmi.

Politikus Partai Gerindra itu mengaku, dalam kunjungannya ke RSUD masih menemukan sejumlah pelayanan serta fasilitas yang harus ditingkatkan. Misalnya fasilitas ruang perawatan yang dianggap belum membuat para pasien merasa nyaman. “Kenyamanan ruang, pendingin ruangannya belum memadai,” papar Faturohmi.

Kemudian, saat kunjungan ia pun masih melihat pasien menumpuk di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Seharusnya, jika telah mendapatkan pelayanan IGD, pasien segera dipindahkan ke ruang perawatan sehingga tidak menumpuk di satu ruangan.

Terlebih, lanjut Faturohmi, IGD ruang pelayanan paling depan dan menjadi cerminan bentuk layanan kesehatan di rumah sakit tersebut. “Kami akan men-support RSUD selama itu demi kepentingan masyarakat, apa lagi kesehatan kan menjadi layanan yang wajib diterima masyarakat,” paparnya.     

Secara terpisah, anggota Fraksi Partai NasDem Andi Kurniadi juga menuntut RSUD Cilegon meningkatkan pelayanan, serta menambah fasilitas di IGD dan kelas III. “Temuan saya, fasilitas di IGD itu sangat kurang sekali sehingga sering saya jumpai pasien yang telantar,” katanya.

Selain itu, ruang rawat inap dan fasilitas Kelas III juga perlu ditambah. terlebih saat ini banyak warga peserta BPJS Kesehatan jalur mandiri yang mengajukan turun kelas dari Kelas I dan II ke Kelas III. “Otomatis nanti banyak orang sakit yang akan dirawat di Kelas III. Ini harus diantisipasi. Selama ini banyak aduan masyarakat yang dirawat di Kelas III,” tegas Andi. (bam-ibm/ira)