Tas Milik ASN Cilegon Dijambret di Depan Rumah

CILEGON – Apes benar nasib salah seorang aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Cilegon. ASN yang bernama Sulcha (50) tersebut harus kehilangan uang sekira Rp3 juta dan emas sekira 25 gram.

Warga yang tinggal di Jalan Ketumbar B 1 No 07 BBS II, RT 03 RW 10, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon, itu harus kehilangan uang dan emas lantaran tasnya pada Selasa (3/7) dijambret oleh orang yang tak dikenal.

Lurah Ciwaduk Rohimin membenarkan peristiwa yang dialami oleh Sulcha. Bahkan Rohimin juga mengaku prihatin dengan kejadian yang menimpa warganya tersebut. “Yang jelas saya prihatin. Oleh sebab itu saya mengimbau, jika terjadi peristiwa serupa sebaiknya warga langsung menghubungi Bhabinkantimbas yang ada di kelurahan,” terang Rohimin kepada wartawan, kemarin (5/7).

Rohimin juga mengingatkan agar warga harus selalu waspada dan berhati-hati dengan orang yang tak dikenal ketika melintas di rumahnya. “Sekarang ini kan selalu ada saja orang tak dikenal masuk ke lingkungan warga. Tapi, kita juga jangan sampai salah sangka. Oleh sebab itu, sikap hati-hati dan waspada sangat dibutuhkan,” ujar Rohimin.

Sementara Sulcha mengaku, peristiwa itu terjadi ketika dirinya sedang berada di serambi rumahnya. “Ketika itu saya sedang berada di depan rumah dan sedang memegang tas. Tiba-tiba ada orang tak dikenal menghampiri saya dan langsung mengambil tas saya sambil meminta maaf kepada saya,” terang Sulcha.

Di saat yang sama, ternyata orang yang berhasil menjambret tas Sulcha tidak sendiri, lantaran penjambret tersebut berhasil kabur dan ada temannya yang sudah siap dengan motornya. “Ketika tas saya diambil, saya seperti tidak sadarkan diri. Tapi ketika yang jambret tas saya sudah naik motor, saya kemudian sadar,” ujar Sulcha.

Sulcha menuturkan, di dalam tas berwarna hitam tersebut terdapat uang Rp3 juta, emas 25 gram, dan surat tanda nomor kendaraan (STNK).

“Kejadiannya Selasa sore sekitar jam 15.30 WIB. Beruntung tasnya ditemukan keesokan harinya walaupun isinya sudah raib. Ada warga Karang Asem, Kecamatan Cibeber, yang lapor ke Pak Lurah,” tutur Sulcha.

Sementara Santirin (55), warga Lingkungan Curug Gerotan, RT 02 RW 06 Kelurahan Karang Asem, Kecamatan Cibeber, mengaku melihat tas tersebut tergeletak di kebun yang terletak di lingkungan tersebut. “Kondisinya sudah acak-acak dan sudah enggak karuan. Saya lihat KTP-nya warga Ciwaduk, akhirnya saya lapor ke Pak Lurahnya,” tandas Santirin. (Umam/RBG)