Tasyakuran Lingkungan Pekijing, Juara Umum LRLA Kota Serang 2020

0
596

Dulu Akses Sulit, Kini Alternatif Wisata

Lomba Resik Lan Aman (LRLA) memberikan dampak positif bagi pembangunan di Lingkungan Pekijing, RT 07 RW 03, Kelurahan Kalang Anyar, Kecamatan Taktakan. Sebelumnya sepi karena kesulitan akses jalan. Kini Pekijing jadi alternatif wisata di Kota Serang.

FAUZAN DARDIRI – Serang

Senin (30/11) malam, bahagia mendapatkan tugas memenuhi undangan menghadiri Tasyakuran Juara Umum LRLA Kota Serang Tahun 2020 yang diraih Lingkungan Pekijing, RT 07 RW 03, Kelurahan Kalang Anyar, Kecamatan Taktakan.

Kali kedua kunjungan ke daerah di paling sudut Kelurahan Kalang Anyar, pada Selasa (1/12). Butuh waktu tak kurang dari 15 menit menuju lokasi. Jalan aspal lebar 2,5 meter terhampar rapi dan nyaman dikendarai motor roda dua. Sesekali berpapasan dengan pengendara roda dua miliki warga setempat.

Jalan berkelok, melintasi permukiman menjadi pemandangan sepanjang perjalanan. Suasana berbeda terasa, setelah menemui jembatan dengan gapura bertulis ucapan selamat datang. Dilanjutkan ornamen bambu penuh warna jadi pembeda di sepanjang jalan lingkungan.

Sambutan warga bergitu terasa hangat. Kebahagian pun terpancar. Tampaknya, kebahagian mereka masih membekas, menyandang status Juara Umum LRLA Kota Serang 2020. Berbaris rapih, berjarak, menyambut tiap tamu undangan tiba di lokasi.

Sajian makanan khas pun tersaji hangat. Di antaranya, rabeg daging kambing, sop kambing, bakar ayam, semur jengkol, hingga lalapan segar seperti pete, mentimun dan tak kalah penting sambal cabai hijau jamuan penutup tasyakuran.

Asri, indah, dan penuh warna membuat mata tak kuasa berkedip penuh takjub. Warga perkampungan ini telah mengubah lingkungan sebelumnya kumuh sulit dilalui kendaraan. Kini, diproyeksikan kampung wisata.

“Sebelum kegiatan LRLA ini memang jalannya masih batu. Motor saja susah. Sekarang Alhamdulillah jalannya sudah diaspal,” ujar Tokoh Masyarakat Pekijing, Dedi Wahyudi usai acara.

Akhir pekan menjadi waktu pengunjung memasuki lingkungan Pekijing. Kondisi ini berpengaruh terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Pengunjung sebagian besar menggunakan sepeda. “Masyarakat berjualan di depan rumah seperti makanan ringan, minuman, nasi uduk, sekarang laku,” katanya.

Kondisi seperti ini harus dipertahankan hingga anak cucu agar ke depan Pekijing tetap nyaman dikunjungi. Tak bosan bersama aparatur kelurahan serta kecamatan mengajak hidup bersih dan aman sebagai modal dasar. “Kebersihan dan keamanan menjadi modal. Kita punya banyak potensi, ke depan kami berharap mendapat perhatian dari pemerintah,” katanya.

“Kami bersyukur diberikan kepercayaan untuk menjadi juara umum. Ini langkah cerdas pemerintah memberikan pembelajaran bagi masyarakat melalui lomba. Kami bertekad, ada atau tidak lomba akan berusaha menjaga hidup bersih,” tambah Dedi.

Camat Taktakan Farach Richi mengatakan, kemauan dan kebersamaan warga Pekijing menjadi modal utama dalam mewujudkan kampung resik dan aman. Penataan dilakukan sejak November 2019. “Jalan lingkungan sudah bagus. Pekijing banyak dikunjungi orang ini potensi dan kita semua harus tetap menjaga tradisi ini,” katanya.

“LRLA akan menjadi cerita, ke depan saya berharap Pekijing Kampung Wisata. Potensi pemandangan alamnya sangat luar biasa,” tambah Farach.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang, Toyalis mengatakan, Pemkot Serang kembali akan menggelar LRLA di tahun 2021. “Anggarannnya sudah disiapkan. Sekarang kami menyiapkan rencana perlombaannya seperti apa,” katanya.

Kata Toyalis, LRLA merupakan turunan dari program strategis Pemkot Serang mewujudkan lingkungan tematik. Sehingga, ke depan masyarakat peduli dan menjaga lingkungan agar tetap bersih dan tetap menjaga keamanan.

Pada bagian akhir, Staf Ahli Walikota Serang Bidang Sumber Daya Manusia Maman Lutfi mengatakan, setelah masyarakat mampu mewujudkan lingkungan bersih dan aman. Ke depan, pengembangan dari sektor ekonomi masyarakat harus menjadi perhatian bersama. (*)