Tatu: Aparatur Pemda Harus Dorong Partisipasi Masyarakat

0
823 views
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah berbincang bersama Danrem 064/ MY Serang Kolonel Infanteri Windiyatno, Direktur Radar Banten dan Banten TV Mashudi, serta Kepala DPMD Kabupaten Serang Rudi Suhartanto usai Rakor LKBA Kabupaten 2020, Kamis (6/2). Tatu meminta aparaturnya menyukseskan LKBA 2020.

SERANG – Sukses Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2020 sangat ditentukan oleh aparatur pemerintah. Karenanya, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah memerintahkan aparaturnya untuk mampu mendorong partisipasi masyarakat. Instruksinya ini didasarkan pada hasil evaluasi LKBA Kabupaten Serang 2019.

Tatu menyampaikan instruksinya usai Rapat Koordinasi LKBA Kabupaten Serang 2020 di Pendopo Bupati Serang, Kamis (6/2). Rakor ini dihadiri Direktur Radar Banten dan Banten TV Mashudi beserta jajarannya, Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa, Dirbinmas Polda Banten Kombes Oki Waskito, Kabid Humas Polda Banten Kombes Edhi Sumardi, Danrem 064/Maulana Yusuf (MY) Serang Kolonel Infanteri Windiyatno, Dandim 0602/Serang Kolonel Infanteri Mudjiharto, perwakilan Kodim 0623/Cilegon, Wakapolres Serang Kota Kompol Mirodin, Kasatbinmas Polres Cilegon AKP Yudi Permana, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang Rudi Suhartanto, Kepala Diskominfosantik Kabupaten Serang Anas Dwi Satya, camat se-Kabupaten Serang, dan tamu undangan lainnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Serang ini menyampaikan bahwa tahapan LKBA 2020 telah memasuki sosialisasi dan workshop. Februari ini, roadshow berjalan. Ia mengakui, kunci penggerak masyarakat untuk menyukseskan LKBA terletak pada aparatur pemerintah daerah sendiri, dimulai dari pimpinan sampai kecamatan. “Kalau pemda dan camatnya sendiri kurang greget, bagaimana mau berhasil,” tukas Tatu.

Bupati perempuan pertama di Kabupaten Serang ini menjelaskan, ada perbaikan dalam pelaksanaan lomba di tahun kedua ini. Salah satunya, dalam komponen penilaian.

“Saya sepakat dengan Danrem (menyebut Kolonel Infanteri Windiyatno-red) dan Pak Mashudi dari Radar Banten, yang telah mengoreksi beberapa kegiatan di tahun lalu untuk perbaikan ke depan,” terangnya.

Berdasarkan hasil evaluasi LKBA 2019, keinginan masyarakat untuk mengubah perilaku hidupnya menjadi bersih dan sehat, masih sangat rendah. Kondisi ini dilihat dari antusias masyarakat dalam menata lingkungan bersih dan aman saat pelaksanaan lomba.

“Ini yang harus terus didorong. Yang terpenting, masyarakat mau menjaga kebersihan dilingkungannya,” tandas Tatu. “Untuk mendorong itu, ada komponen penilaian yang ditambahkan dari hasil evaluasi kemarin. Partisipasi kepemudaan dinilai bisa menjadi penggerak bagi masyarakat,” sambung Bupati yang juga menjabat Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten itu.

Pernyataan senada disampaikan Danrem 064/Maulana Yusuf (MY) Serang Kolonel Infanteri Windiyatno. Ia mengatakan, dalam rapat koordinasi, pihaknya mendorong agar unsur kecamatan proaktif mewujudkan kampung bersih dan aman. “Kita sebagai aparat harus bisa memberi contoh dan tauladan. Kemudian dicontoh oleh masyarakat untuk berpartisipasi penuh dalam menjaga kebersihan dan keamanan di lingkungan masing-masing,” katanya.

Dari hasil evaluasi LKBA 2019, perwira menengah TNI AD ini menyatakan, masyarakat sudah berpartisipasi dengan baik. Namun, masih ditemukan masyarakat di beberapa lingkungan RW hanya sekadar melaksanakan perintah untuk mengikuti lomba.

“Harapannya, ada kemandirian dari masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan. Sehingga, semakin maju dan cita-cita masyarakat Kabupaten Serang yang ingin desanya menjadi desa wisata bisa cepat terwujud,” terangnya. “Saya akan memberikan penghargaan bagi babinsa yang wilayah binaannya melakukan penataan dan meraih penghargaan,” sambung Windiyatno.

Sementara itu, Dirbinmas Polda Banten Kombes Oki Waskito menilai, sukses LKBA tidak hanya dari peran camat. Menurutnya, peran tiga unsur lain di tengah masyarakat tak kalah penting. Yakni, kepala desa, bhabinkamtibmas, dan babinsa.

“Kegiatan ini sangat meningkatkan kekompakan dan tergantung dari tiga pilar (kepala desa, bhabinkamtibmas, dan babinsa-red). Kita upayakan mendorong bhabinkamtibmas untuk aktif,” janjinya.

Seperti disampaikan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah soal tahapan LKBA 2020 yang tengah berjalan, Direktur Radar Banten dan Banten TV Mashudi mennyampaikan bahwa tahap awal pelaksanaan lomba ini adalah sosialisasi dan workshop. Radar Banten selaku pihak panitia melaksanakannya di 15 titik. Tiap titik untuk peserta di dua kecamatan. Tujuannya, agar informasi LKBA sampai kepada masyarakat.

“Pas roadshow, kepala desa dan RW diminta aktif untuk mengajak masyarakat hadir. Selain menerima informasi LKBA, juga mendapatkan berbagai layanan dari Pemkab Serang,” terang Mashudi. “LKBA 2020 akan lebih massif, karena melibatkan 1.511 RW di seluruh Kabupaten Serang. Sukses kegiatan ini bisa dilakukan dengan bantuan dan dorongan semua pihak,” pungkasnya. (fdr-dylan zetizen/don/ags)