Tatu Boyong Dua Penghargaan

0
1.456 views
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menerima penghargaan di Pendopo Bupati Serang, Senin (14/12).

SERANG – Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dalam satu hari mendapatkan dua penghargaan sekaligus. Yakni, penghargaan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI dan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yassona H Laoly.

Penghargaan dari Baznas RI terkait kategori kepala daerah pendukung kebangkitan zakat. Kemudian, dari Menkumham, Tatu mendapat penghargaan sebagai mitra kerja Kemenkumham. Menkumham juga memberikan penghargaan kepada Pemkab Serang sebagai kabupaten peduli hak asasi manusia tahun 2019.

Baznas Award didapat untuk yang kedua kali. Diberikan atas kepedulian Ratu Tatu selaku kepala daerah dalam mendukung program zakat infaq sedekah (ZIS). Mulai dari bantuan operasional untuk Baznas Kabupaten Serang, infaq ASN, hingga Gebyar Zakat yang rutin digelar setiap tahun. Di Provinsi Banten, hanya Bupati Serang yang mendapatkan penghargaan ini, dan se-Indonesia hanya dua daerah bersama Bupati Magelang. Pengumuman penghargaan dilakukan melalui Zoom Meeting, Senin (14/12).

Kepala Baznas Kabupaten Serang Wardi Muslich menilai, Baznas Award diberikan kepada Ratu Tatu atas dukungan terhadap operasional Baznas, sekaligus kepedulian terhadap penghimpunan ZIS. “Dukungan Ibu Bupati dengan memberikan bantuan operasional bagi Baznas cukup besar. Dukungan ini sebagai upaya bagi kebangkitan zakat,” kata Wardi di Pendopo Bupati Serang.

Kepedulian Ratu Tatu lainnya, selaku kepala daerah dalam mendukung penghimpunan zakat, yakni rutin menggelar gebyar zakat, menghimpun zakat dari pengusaha yang mendapatkan pekerjaan dari Pemkab Serang, hingga infak ASN.

Wardi mengungkapkan, hingga Desember telah terkumpul ZIS hingga Rp12,2 miliar dari target Rp12,7 miliar. Bahkan untuk infaq dari ASN yang diperuntukan bagi perbaikan rumah tidak layak huni, sudah mencapai Rp1,2 miliar. “Mudah-mudahan akhir desember target tercapai, dan bisa terlampaui,” katanya.

Sementara, terkait penghargaan dari Kemenkumham, Kepala Bagian Hukum Setda Pemkab Serang, Sugihardono menyatakan, penghargaan diberikan kepada daerah yang telah melaksanakan penghormatan, perlindungan, pemenuhan, penegakkan dan pemajuan HAM.

Dalam penilaian, terdapat struktur, proses, dan capaian kinerja pemerintah daerah. Dengan kriteria terpenuhinya hak atas kesehatan, pendidikan, anak dan perempuan, kependudukan, pekerjaan, perumahan yang layak, serta lingkungan berkelanjutan. “Untuk tahun 2020, Pemkab Serang mendapatkan penghargaan Kabupaten/Kota Peduli HAM untuk keempat kali secara berturut-turut,” ujar Sugi.

Bahkan kata dia, dibandingkan tujuh kabupaten/kota lain di Banten, Kabupaten Serang memiliki nilai tertinggi dengan skor 97,14. Walaupun Kementerian Hukum dan HAM tidak melakukan pemeringkatan. “Penghargaan ini tentu hasil kerja keras dan kesungguhan jajaran Pemkab Serang, serta instansi vertikal. Juga paling utama, komitmen Ibu Bupati Serang,” ujarnya.

Sementara itu, Ratu Tatu menilai, penghargaan yang didapatnya pasca cuti proses pilkada merupakan motivasi untuk terus bekerja lebih baik. “Alhamdulillah, ini motivasi bukan hanya saya secara pribadi, juga jajaran pemda. Bersama Baznas, kita tingkatkan zakat dan infak serta sedekah yang bisa dihimpun,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan ke depan adalah menghimpun ZIS dari kalangan industri. Ia pun berharap, masyarakat bisa menyampaikan ZIS melalui Baznas. “Apalagi saat ini, Baznas dalam penyaluran zakat hingga infak, sangat baik dan rapi. Masyarakat Kabupaten Serang banyak yang terbantu oleh dana yang dikelola Baznas,” ujarnya.

Sementara terkait penghargaan dari Kementerian Hukum dan HAM yang keempat kali, Tatu menilai, tantangan ke depan semakin kompleks. “Sekali lagi, penghargaan ini harus menjadi motivasi kita semua, bekerja lebih baik lagi untuk masyarakat Kabupaten Serang,” ujarmya. (jek/air)