Tatu Diminta Lebih Fokus Urus Lingkungan Hidup

0
1892

SERANG – Dalam kepemimpinannya di periode kedua, Ratu Tatu Chasanah diminta wajib beri perhatian lebih pada aspek Lingkungan hidup.

Kondisi Kabupaten Serang yang rawan bencana ekologi seperti banjir,longsor dan pencemaran harus bisa diperbaiki dengan menata kelola sumber daya alamnya lebih baik, ke dalam konsep perlindungan dan pengelolaan yang berkeadilan ekologis.

Permintaan itu disampaikan pegiat lingkungan hidup, Daddy Hartadi. Perhatian serius Bupati terhadap lingkungan hidup, akan memberi jaminan kepastian terhadap sumber daya alam agar tidak rusak. Sekaligus memberi jaminan kepada rakyat yang ekonominya menyandarkan pada kelestarian ekosistem sumber daya alam tersebut dapat hidup berkelanjutan.

“Bupati Tatu bisa memberi porsi yang lebih besar dalam kepemimpinannya di periode kedua ini terhadap lingkungan hidup di Kabupaten Serang, sebagai bukti tetap berpihak pada rakyat dengan memberi jaminan kelestarian sumber daya alam, dan menjaga ekonomi rakyat yang bersumber pada kelestarian ekosistem sumber daya alamnya. Maka tata kelolanya harus diperbaiki, termasuk sumber daya manusia dalam pengelolaan lingkungan hidup juga harus diperbaiki. Agar selaras antara konsep dan implementasi”, tuturnya

Ditambahkan olehnya, Bupati juga bisa memberi pengawasan secara ketat terhadap kinerja anak buahnya di dinas lingkungan hidup untuk membuat program konservasi baik konservasi perairan laut maupun konservasi hutan dengan perencanaan yang baik yang harus dirumuskan oleh semua pemangku kepentingan termasuk nelayan, dan petani yang merupakan masyarakat terdampak atas rusaknya ekosistem perairan maupun hutan.

Daddy juga mengingatkan program konservasi harus memiliki output yg bisa dicapai minimal 90 persen dengan melibatkan masyarakat terdampak sebagai basis konservasi.

“Program konservasi harus dibangun dengan basis partisipasi masyarakat terdampak, Bupati dapat memberikan pengawasan ketat kepada anak buahnya untuk mewujudkan output dari program konservasi itu tercapai minimal 90 persen”, Jika anak buahnya gagal copot saja ganti yg lebih baik yang memiliki kompetensi,” tukasnya.(Abdul Rozak)