Tatu Janji Perjuangkan Nasib Honorer

0
995 views
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah (kanan) berdialog dengan honorer K-2 Kabupaten Serang dalam audiensi di Pendopo Bupati Serang, Kamis (13/2).

SERANG – Sejumlah tenaga honorer kategori dua (K-2) di Kabupaten Serang menuntut kejelasan terkait status kepegawaian dan kesejahteraan mereka kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang. Hasilnya, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengaku siap memperjuangkan nasib tenaga honorer.

Hal itu terungkap pada audiensi honorer K-2 dengan Tatu di Pendopo Bupati Serang, Kamis (13/2). Turut mendampingi Tatu, yakni Wakil Ketua DPRD Kabupaten Serang Mansur Barmawi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Asep Nugrahajaya, dan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Muhammad Ishak Abdurrauf.

Salah satu honorer K-2 di lingkungan Pemkab Serang, Yati Ruyati Hasanah meminta Pemkab Serang bisa menjadikan seluruh pegawai honorer K-2 sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). “Kami meminta dalam perekrutan P3K bisa prioritaskan honorer K-2 yang sudah lama mengabdi untuk Pemkab Serang,” pintanya.

Menanggapi hal itu, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengaku, pihaknya belum menerima informasi kejelasan terkait perekrutan P3K di Kabupaten Serang. Informasi yang diterima Tatu, saat ini soal perekrutan P3K masih dikaji oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KemenkumHAM) terkait gaji dan nomenklatur jabatan P3K. “Tapi, saya berjanji akan terus memperjuangkan kesejahteraan honorer K-2,“ tegas Bupati Serang perempuan pertama itu.     

Ibu tiga anak itu mengatakan, kebijakan P3K secara penuh menjadi kewenangan pemerintah pusat. Sementara Pemkab Serang hanya menjadi pelaksana teknis untuk menjalankan kebijakan yang sudah diatur oleh pemerintah pusat. “Seluruh kepala daerah pasti menginginkan jika honorer K-2 bisa diangkat menjadi PNS (menyebut aparatur sipil negara-red) atau P3K,” ucap politikus Partai Golongan Karya (Golkar) tersebut.

Bupati yang juga menjabat Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Banten itu juga mengaku, pihaknya terus berupaya agar insentif guru honorer dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) bisa bertambah. “Nanti insentif kami upayakan per dua bulan, karena kalau per bulan tidak mungkin, ada prosedur yang harus dilakukan,” jelasnya.

Diketahui, jumlah tenaga honorer K-2 di lingkungan Pemkab Serang saat ini mencapai 1.221 orang, dengan perincian 660 honorer guru SD, 122 honorer guru SMP, 162 honorer non guru pada Dindikbud, serta 277 honorer di luar Dindikbud. ”Ibu juga (menyebut dirinya-red) suka kepikiran agar honorer juga bisa sejahtera. Sementara ini baru ini (menambah insentif-red) yang bisa ibu bantu,” pungkasnya. (jek/zai/ags)