Tatu Kembali Pimpin PMI Banten untuk Ketiga Kalinya

Ratu Tatu Chasanah

SERANG – Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah kembali memimpin Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten. Periode 2017-2022 ini menjadi periode ketiga bagi Tatu memimpin organisasi kemanusiaan tersebut.

“Iya, saya periode ini periode ketiga, dan kemarin di musyawarah secara aklamasi Kabupaten Kota memberikan amanah ke saya,” kata Tatu kepada awak media setelah proses pelantikan di Pendopo Gubernur Banten KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Rabu (21/2).

Perempuan yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Banten itu menjelaskan, selama dua periode dirinya banyak melakukan evaluasi atas program-program PMI dan kondisi PMI secara keseluruhan.

Tatu mengakui masih ada sejumlah hal yang perlu terus dilakukan, namun menurutnya ada juga beberapa capaian positif yang telah diraih PMI Banten selama di bawah kepemimpinannya.

Menurut Tatu, masih ada beberapa hal yang diperlukan PMI untuk menunjang aktivitas organisasi yang juga ada di negara-negara lain di dunia tersebut.

“Kita butuh alat penanggulangan kebencanaan dan untuk unit donor darah. Misalnya alat untuk memisahkan penyakit menular di darah. Masyarakat tahunya setelah donor langsung diberikan, padahal ada pengolahan lagi untuk memisahkan bakteri penyakit menular itu, atau paling tidak pemisahan golongan darah,” papar Tatu.

Tatu pun berharap agar Pemerintah Provinsi Banten bisa terus bersinergi dengan PMI Banten dan membantu PMI Banten.

“Kita kan lembaga kemanusiaan yang bersifat non-profit,” kata Tatu.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Ranta Soeharta menjelaskan, PMI banyak berkiprah khususnya di transfusi darah. Di Banten, hanya Pandeglang yang belum ada unit transfusi darah.

“Semoga tahun ini bisa ada,” katanya.

Menurut Ranta, Pemprov Banten berharap PMI Banten bisa terus membantu pemerintah bergerak di bidang kemanusiaan. “Selama ini korp Palang Merah Indonesia, Palang Merah Remaja, sukarelawan banyak mendukung pemerintah. Saya berharap itu terus dilakukan dan terus diregenerasi,” papar Ranta.

Dalam sambutannya, Ranta pun menyinggung rencana Pemprov Banten untuk menambah bantuan anggaran untuk PMI. Tujuannya, agar aktivitas kemanusiaan yang selama ini dilakukan PMI bisa tetap berjalan dan lebih optimal.

Dalam kesempatan yang sama, Ranta pun menyinggung soal fokus pembangunan Pemprov Banten di bidang kesehatan. Untuk mewujudkan itu, PMI menjadi salah satu mitra yang akan digaet pemerintah.

“Tahun ini 10,4 persen anggaran pemerintah untuk bidang kesehatan,” tuturnya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)