Tatu-Pandji Makin Kuat, Demokrat Lawan Petahana

Ketua DPP PKS Ahmad Syaikhu memberikan rekomendasi dukungan Pilkada kepada bakal calon bupati petahana Ratu Tatu Chasanah di DPP PKS, Jakarta, Selasa (2/6).

SERANG – Pasangan calon petahana Bupati dan Wakil Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dan Pandji Tirtayasa semakin menguat dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Serang. Tatu-Pandji sudah mengantongi rekomendasi dari berbagai partai politik. Terbaru, dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Sebelumnya, Tatu-Pandji mendapatkan rekomendasi dari Partai Golkar, PDI Perjuangan, dan Partai Bulan Bintang (PBB). Partai Golkar mempunyai sembilan kursi di DPRD Kabupaten Serang, PDI Perjuangan empat kursi, PBB dua kursi, dan PKS lima kursi.

Dengan demikian, jumlah kursi yang secara sah mendukung Tatu-Pandji sebanyak 20 kursi. Angka itu dua kali lipat dari syarat untuk mengusung calon di pilkada 10 kursi.

Selain dari empat parpol itu, pasangan petahana ini juga sudah mendapat dukungan Partai Hanura dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Namun, dukungan dari dua parpol tersebut belum disampaikan secara resmi karena hanya rekomendasi dari pengurus daerah saja. Sementara, untuk mendapatkan rekomendasi final harus dari pengurus pusat.

Kemarin (2/6), Tatu menerima rekomendasi dari PKS di kantor DPP PKS di Jakarta. Rekomendasi langsung diserahkan oleh Ketua DPP PKS Wilayah Daerah Jakarta-Jawa Barat-Banten Ahmad Syaikhu. “Alhamdulillah DPP PKS memutuskan untuk Pilkada Kabupaten Serang memberi amanah kembali kepada Ibu Tatu dan Pak Pandji,” kata Musyrif DPP PKS Wilayah Banten Budi Prajogo.

Budi mengatakan, alasan PKS mengusung kembali pasangan petahana itu karena di masa kepemimpinan Tatu-Pandji sudah menorehkan banyak kemajuan. Terutama, keberhasilan dalam meningkatkan indkes pembangunan manusia (IPM) dan indeks makro kesejahteraan masyarakat. “Karena itu, kami mengamanatkan kembali untuk periode kedua,” ujarnya.

Kata Budi, dalam penyerahan rekomendasi itu, Ahmad Syaikhu menginstruksikan kepada seluruh kader PKS di Kabupaten Serang untuk segera melakukan proses pemenangan Tatu-Pandji. Kemudian, juga memastikan pasangan yang PKS usung memenangkan Pilkada Kabupaten Serang.

Ketua DPD PKS Kabupaten Serang, Mansur Barmawi mengaku siap menindaklanjuti keputusan DPP PKS. Mulai dari melakukan konsolidasi internal dan melakukan gerakan pemenangan. “Kita akan sosialisasikan dan mengajak kepada masyarakat Kabupaten Serang agar sama-sama mendukung Bu Tatu dan Pak Pandji untuk melanjutkan pembangunan,” katanya.

Sementara itu, Ratu Tatu Chasanah menyampaikan terima kasih kepada jajaran DPP PKS, DPW PKS Banten, dan DPD PKS Kabupaten Serang atas penyerahan rekomendasi tersebut. “Puji syukur kepada Allah SWT, dan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus PKS, yang telah memberikan kepercayaan kepada saya dan Pak Pandji untuk maju kembali di Pilkada Kabupaten Serang,” ujarnya.

Tatu berharap, dengan diberikannya rekomendasi DPP PKS, jajaran pengurus PKS Kabupaten Serang dapat segera melaksanakan konsolidasi partai. “Dan dapat bersama-sama berjuang untuk meraih kemenangan dalam Pilkada Kabupaten Serang,” ujarnya.

LAWAN PETAHANA

Kemarin, DPD Partai Demokrat Provinsi Banten yang mengumumkan calon kepala daerah yang akan diusungnya. Dari empat kabupaten/kota yang akan melaksakanan Pilkada 2020, DPP Demokrat sudah mengeluarkan rekomendasi terkait calon bupati/walikota.

Untuk Pilkada Kota Tangsel, Demokrat memilih Siti Nur Azizah sebagai bakal calon walikota, berikutnya Eki Baihaki sebagai bakal calon Bupati Serang, dan Iye Iman Rohiman sebagai bakal calon Walikota Cilegon. Sedangkan untuk Pilkada Pandeglang, DPP Demokrat belum mengeluarkan rekomendasinya.

Sekretaris DPD Demokrat Banten, Eko Susilo mengungkapkan, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat secara resmi memberikan surat tugas kepada tiga bakal calon (balon) kepala daerah untuk pilkada Kabupaten Serang, Kota Cilegon dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Dalam surat tugas tersebut, ketiganya ditugaskan untuk melakukan komunikasi politik kepada partai lain untuk menjajaki koalisi.

“Tugasnya adalah melakukan komunikasi politik, mencari calon wakil kepala daerah, dan terakhir melaporkan hasil survei terkini dan koalisi partai politik yang sudah diperoleh kepada DPP Partai Demokrat, sesuai dengan waktu yang ditentukan,” kata Eko saat memberikan keterangan pers di Kantor DPD Demokrat Banten, Selasa (2/6).

Eko melanjutkan, rekomendasi DPP baru surat tugas kepada calon bupati/walikota. Selanjutnya akan ada lagi rekomendasi pasangan calon.

“Apabila ketiganya dianggap mampu menjalankan tugas yang diberikan, selanjutnya DPP Partai Demokrat baru akan memberikan surat rekomendasinya kepada yang terpilih,” tegasnya.

Terkait Pilkada Pandeglang, Eko mengaku DPP belum mengeluarkan surat tugas terhadap bakal calon bupati yang akan diusungnya.

“Untuk Kabupaten Pandeglang masih proses, Insya Allah dalam waktu dekat surat tugasnya segera keluar,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Eko menjelaskan bahwa keputusan DPP Demokrat belum final. Sebab menunggu komitmen dari para bakal calon kepala daerah yang telah mendapatkan surat tugas.

“Prinsipnya Demokrat ingin melakukan perubahan, dan siap memenangkan Pilkada 2020 di Banten meskipun harus melawan calon petahana,” tuturnya.

Usai menerima surat tugas, ketiga bakal calon kepala daerah yang diberikan mandat DPP Demokrat mengaku siap melaksanakan tugasnya.

Bakal calon Walikota Tangsel, Siti Nur Azizah mengaku bersyukur atas kepercayaan DPP Demokrat kepadanya. “Saya siap membangun komunikasi dengan partai lain, dan siap mencari bakal calon wakil walikota,” katanya.

Sejauh ini, kata Siti, dirinya telah mendapatkan dukungan dari sejumlah parpol untuk membangun koalisi, diantaranya dengan PKB, PKS dan sejumlah parpol lainnya.

“Tinggal mencari calon wakil yang bisa mendulang perolehan suara,” katanya.

Sementara bakal calon Bupati Serang Eki Baihaki mengatakan, dirinya selama ini telah menjalin komunikasi intenst dengan PAN.

“Saya sudah melakukan komunikasi dengan Ketua DPW PAN Banten, tapi bukan berarti calon wakil saya adalah Pak Masrori,” katanya.

Setiap kali melakukan komunikasi dengan parpol lain, Eki mengaku selalu ditanya terkait rekomendasi Demokrat.

“Alhamdulillah sekarang terjawab, DPP Demokrat memberikan surat tugas kepada saya,” katanya.

Sementara bakal calon Walikota Cilegon, Iye Iman Rohiman mengaku siap melawan petahana dalam kontestasi Pilkada Kota Cilegon 2020. Saat ini Iye telah mendapatkan delapan kursi sebagai syarat sah maju dalam pilkada. Yaitu dari PPP di mana mempunyai dua kursi dan PAN empat kursi, ditambah Demokrat dua kursi.

“Faktanya, kita sudah berjuang. Dan dapat delapan kursi. Sudah terjawab saya akan melawan petahana dengan mengusung konsep lupakan masa lalu menuju Cilegon Maju,” ujar Iye.

Terkait calon wakil, Iye juga mengaku, pihaknya kini tengah mengkaji sejumlah nama yang kemudian akan diajukan kepada Demokrat.

“Tentunya sudah ada beberapa nama, tapi kita harus menghormati usulan partai pengusung,” jelasnya. (jek-den/air)