Tatu: Warga Jangan Panik Soal Bantuan

0
866 views
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah didampingi Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa (kiri) menerima bantuan beras dan masker dari BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang di Pandopo Bupati, Selasa (19/5).

SERANG – Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah meminta masyarakat Kabupaten Serang tidak panik terkait persoalan pembagian Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Sebab, bantuan bukan hanya BST, melainkan juga ada dari Pemprov Banten, Pemkab Serang, Dana Desa, dan bantuan dari pihak swasta.

Tatu menyayangkan sikap anarkis masyarakat kepada pemerintah desa terkait masalah BST. Menurutnya, masyarakat jangan bersikap merugikan semua pihak. Terlebih pada momen bulan suci Ramadan. “Kita sedang ada musibah, sekarang sedang susah, jangan anarkis, tidak boleh emosi. Kita justru harus mendekatkan diri kepada Allah SWT, harus introspeksi diri,” pesan Tatu usai menerima bantuan 2 ton beras dan 2.000 masker dari Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Serang secara simbolis di Pendopo Bupati Serang, Selasa (19/5).

Menurutnya, bantuan yang diberikan pemerintah membutuhkan proses agar tidak menyalahi aturan. Oleh karena itu, menurut Tatu, sangat tidak pantas pada bulan suci Ramadan ini memaksakan semua bantuan harus serba cepat diselesaikan. Ia berharap, masyarakat bisa menunggu dan memaklumi proses penyaluran bantuan dari pemerintah. “Kalau belum dapat, bisa dicatat ke kades (kepala desa) dan disampaikan ke Dinsos (Dinas Sosial). Jangan rusak bulan suci, lebih baik perbaiki ibadah,” saran ibu tiga anak itu.

Politikus Partai Golkar ini juga memastikan, masyarakat terdampak Covid-19 yang sudah terdata oleh pemerintah desa mendapatkan bantuan, baik bantuan dari Kemensos, Pemprov Banten, Pemkab Serang, maupun Dana Desa. “Jadi, jangan panik. Tapi, harus fair. Kalau yang sudah dapat, jangan berharap dapat bantuan lagi. Soalnya, banyak warga berpikir mereka semua dapat berbagai bantuan dari Kemensos,” ujarnya.

Tatu pun mengaku sudah menerima informasi dari Kemensos agar pemerintah daerah kembali memasukan data calon penerima bantuan. Sayangnya, banyak calon penerima bantuan yang tidak memiliki data kependudukan sempurna. Oleh karena itu, pihaknya meminta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk turun tangan.

Tatu pun menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang. “Bantuan ini akan kami kumpulkan di Dinsos untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat,” tegasnya.

Tatu menilai, masa pandemi covid-19 dirasakan banyak pihak, termasuk pemerintah daerah. Kendati demikian, Tatu meminta, aparatur pemerintah harus tegak berdiri dalam pelayanan kepada masyarakat dalam kondisi apapun. Ia pun mengimbau, lembaga atau elemen yang mampu agar sama-sama ikut membantu dan meningkatkan ibadah. “Sedekah, terlebih saat Ramadan. Insyaallah menjadi amal ibadah yang berlipat,” harapnya.

Terkait itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang, Didin Haryono berharap, bantuan yang diberikannya dapat bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Serang. Ia menyebutkan, bantuan yang diberikan berupa beras 2 ton dan 2000 masker. “Silakan pemda yang membagikannya kepada yang berhak,” ujarnya. (jek/zai)