Tega, Guru SD di Tangerang Jadi Korban Begal

0
155
Ilustrasi (Dok.JawaPos.com)

TANGERANG – Tangerang Raya menjadi salah satu incaran kawanan begal. Mereka memakai pola terorganisasi. Senjata yang dipakai tidak hanya rakitan, melainkan juga senjata api organik.

Terbaru, kasus begal dialami Pratina (36) pada Senin (9/10). Wanita yang berprofesi sebagai guru di SDN 1 Tangerang ini menjadi korban kekejaman bandit jalanan. Kejadian berlangsung di Kampung Warung Mangga, Kelurahan Panunggangan, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Perempuan berusia 36 tahun tersebut saat itu sedang mengendarai motor Mio mau pulang ke rumahnya di Kampung Gardu, Desa Cirarab, Legok, Kabupaten Tangerang.

Kapolsek Cipondoh Kompol Bayu Suseno mengatakan, korban yang mengendarai motor tiba-tiba diikuti oleh seseorang yang tak dikenal. “Pelaku datang dari arah belakang memepet korban,” ujarnya kepada Radar Banten, Senin (9/10).

Ibu guru itu menaruh tas di cantelan depan sepeda motor sehingga membuat penjahat tergiur untuk merampas. “Pelaku mengambil tas milik korban. Setelah melakukan aksinya, tersangka kabur,” ucapnya. Pratina yang harta bendanya dirampas mendadak kaget. Korban oleng saat mengemudikan motor dan tersungkur di aspal. “Korban jatuh, mengalami luka serius,” kata Bayu.

Wajah korban berdarah dan warga membawa ke RSUD Tangerang untuk perawatan medis. “Korban luka di bagian dahi, pipi, bibir, dan kaki memar,” katanya. Harta benda milik korban yang dibawa lari pelaku yaitu uang Rp300.000, cincin emas 22 karat, dan sebuah ponsel  yang ada di dalam tas.

Terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, jajaran Polda Metro Jaya siap melakukan tindakan tegas berupa tembak di tempat terhadap pelaku begal yang meresahkan masyarakat. “Tindakan tegas pelaku kejahatan jika melawan dan membahayakan petugas atau masyarakat, maka bisa dilakukan (tembak ditempat-red),” ujarnya kepada Radar Banten, Senin (9/10).

Kasatreskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho mengatakan, selama 2017 ada 23 kasus pencurian dengan pemberatan. Sedangkan untuk begal, hanya empat kasus dari jumlah tersebut. ”Kejadian pembegalan hanya empat kasus. Tidak ada korban tewas. Kebanyakan pelaku berasal dari Bogor,” katanya, Senin (9/10).

”Untuk kasus begal memang sedikit terjadi di Tangsel. Jika dibandingkan wilayah lainnya,” tambahnya.

Diketahui, Polsek Pondokaren, Kota Tangerang Selatan, berhasil menangkap dua pelaku begal dengan modus senjata tajam atas nama Muhammad Edwin Nugraha (17) dan Saripin (16) di Jalan Boulevard Bintaro Jaya Sektor VII, Pondokaren, Sabtu (28/1) malam. Empat unit sepeda motor dan ponsel disita. Pelaku yang menodongkan senjata memaksa korban menyerahkan uang serta kunci, ponsel, dan motor korban.

Alexander mengimbau antisipasi adalah hal terbaik. Sebab terjadinya kejahatan tidak mungkin berdiri sendiri. ”Seperti halnya barang perhiasan jangan dipamerkan di sembarang lokasi, bisa memicu tindak kejahatan,” tukasnya

Di Kabupaten Tangerang, jumlah kasus begal yang paling banyak diungkap pada Juli dengan pengungkapan mencapai enam pelaku begal berikut barang bukti. Aparat Satreskrim mengamankan barang bukti berupa 15 kendaraan roda dua. Pelaku diamankan dari kawasan Balaraja, Cikupa, dan Pasarkemis.

Kasatreskrim Polresta Tangerang Kompol Wiwin Setiawan mengatakan, patroli mulai dikembangkan lewat sejumlah cara di antaranya meluncurkan mobil electronic public address. Mobil patroli itu adalah sarana untuk memberikan imbauan kamtibmas dan mencegah bertemunya niat serta kesempatan berbuat tindak kriminal. Public address memberikan kesan unik sebagai trademark. Dengan intonasi suara dan lirik bahasa yang sudah dikenal masyarakat. ”Imbauan pada public address didesain easy listening seperti halnya jingle produk makanan mi instan atau es krim,” ujarnya. Dengan inovasi itu, katanya, seluruh mobil patroli bergerak dari satu titik ke titik lain. Pergerakan itu diiringi penyampaian pesan yang mengajak masyarakat untuk waspada. (RBG)