Tegangan Tinggi, Ratusan Alat Elektronik Rumah Tangga di Kelurahan Trondol Rusak

0
906 views

SERANG – Apes menimpa warga lingkungan Kelurahan Trondol Kecamatan Serang. Pasalnya siang tadi ratusan alat elektronik di rumah warga mengalami kerusakan secara bersamaan.

Peristiwa tersebut di Kampung Kesawon, Komplek Kesawon, dan Kampung Kubang Apu.

Indra Riyadh, salah satu warga Komplek Kesawon menceritakan, sebelum peristiwa tersebut terjadi,PLN melakukan pemadaman listrik untuk memperbaiki trafo yang berada yang mengaliri listrik di daerah tersebut. Namun entah kenapa setelah listrik menyala kembali, hampir semua alat elektronik yang berada di sekitar trafo tersebut rusak.

“Kejadianya sekitar pukul 11.00 WIB. Akibat peristiwa ini, banyak alat elektronik di tiga kampung mengalami kerusakan. Seperti tv, mesin cuci, lampu listrik, dan beragam mesin elektronik lainya. Rumah saya juga kena dampaknya mesin air saya rusak, lampu rumah saya meledak. Sementara tetangga saya juga mengalami hal yang sama, akibatnya banyak warga yang kecewa. Bahkan warga sempat menahan mobil operasional PLN. Dan sampai sekarang sedang diamankan warga,” ujarnya di lokasi kejadian, Rabu (1/3).
Riyadh berharap pihak PLN bertanggung jawab atas peristiwa ini. Warga menuntut ganti rugi agar alat elektronik yang mengalami kerusakan dapat kembali berfungsi.”Kami harap PLN bisa menyelasaikan persoalan ini secepatnya. Sebab yang rusak ini merupakan kebutuhan warga, seperti mesin air, mesin cuci, lampu listrik dan lainya. Jadi kami minta PLN serius menanggapinya,” ujarnya.
Sementara itu Humas PLN Area Banten Utara Hosmas Pujo L yang ditemui di lokasi juga mengaku pihaknya akan merespon tanggapan warga. Pihaknya berjanji akan memperbaiki secepatnya. Dan PLN akan tanggung jawab terhadap peristiwa tersebut.

“Saat ini kami sedang mendata dengan pihak RW nya. Kami sudah menurunkan empat tim untuk merespon warga yang mengalami kerusakan pada barang elektroniknya. InsaAllah diusahakan secepatnya kami perbaiki dan akan kami ganti rugi semampu kami. Ini kan peristiwa ya, bukan kesengajaan. Jadi yang terpenting kami semaksimal mungkin akan memperbaiki kerusakan-kerusakan yang terjadi,” ujarnya.

Hosmas menambahkan pihaknya belum mengetahui berapa jumlah warga yang mengalami kerusakan. “Kita masih melakukan pendataan,” katanya.

Hosmas mengakui kejadian tersebut meruapkan kelalaian petugasnya saat memperbaiki trafo. “Kita akui ini human error, ada terjadi kesalahan pengawatan sehingga terjadi tegangan tinggi,” katanya. (Adef)