Tekan Angka Kematian Ibu dan Anak, Dinkes Lebak Luncurkan Program Sijariemas

 LEBAK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak melakukan workshop sosialisasi Sistem Informasi Jejaring Rujukan Expanding Material and New Born Survival (Sijariemas) dengan peserta perwakilan 3 anggota Puskesmas yang ada di Kabupaten Lebak. Adapun sosialisasi ini dilaksanakan di Gedung Latansa Mashiro Rangkasbitung, Selasa (7/11).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak Maman Sukirman mengatakan, Sistem ini dibuat terintegrasi antara posyandu atau puskesmas dengan beberapa rumah sakit yang ada di Kabupaten Lebak yang telah ditunjuk untuk bekerjasama, salah satunya RS. Adjidarmo. Jika terdapat pasien puskesmas yang membutuhkan rujukan, maka petugas akan mengirimkan sms atau laporan ke rumah sakit yang dituju dan harus merespon secara cepat.

“Sijariemas ini dibuat untuk menekan Angka Kematian Ibu (AKI) atau Angka Kematian Bayi (AKB) khususnya di Kabupaten Lebak,” kata Maman disela-sela sosialisasi, Selasa (7/11).

Maman menambahkan, Siejariemas ini adalah solusi untuk menekan angka kematian AKI dan
AKB. Di Lebak sendiri AKI dan AKB di tahun 2017 menurun di bandingkan tahun sebelumnya, seperti tahun 2015 AKI dan AKB mencapai 47 kematian, tahun 2016 38 dan tahun 2017 32. Ini artinya menunjukkan AKI dan AKB di Kabupaten Lebak menurun.

“Saya harap di tahun ini tidak akan menambah lagi jumlahnya. Oleh karena itu, dengan Sijariemas ini diharapkan mampu mengatasi AKI dan AKB di Lebak. Program ini juga salah satu menunjang program yang di punyai Lebak, yaitu Lebak sehat,” tukasnya.

Dan untuk Puskesmas, lanjutnya, yang sedang menangani pasien dan membutuhkan rujukan bisa menghubungi atau mengSMS layanan Call Center yang sudah disediakan Dinas Kesehatan dengan nomor 0888-199-6677. (Omat/twokhe@gmail.com).