CILEGON – Tingginya harga beras di pasaran beberapa pekan terakhir ini mendorong Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Cilegon untuk menggelar operasi pasar beras di lima pasar tradisional. Operasi pasar akan dilakukan mulai 13 Januari hingga 22 Januari di Pasar Bunder, Pasar Blok F, Pasar Baru Merak, Pasar Kranggot dan Pasar Cigading.

“Berdasarkan hasil pantauan kami di beberapa pasar tradisional, harga beras jenis C4 yang KW 3 semula Rp9 ribu sekarang masih dijual dengan harga Rp10 ribu per kilogram, selisih seribu setiap KW nya. Sejak ada pertengahan Desember tahun lalu, kenaikan harga beras itu tetap stabil di pasaran sampai saat ini,” ungkap Kabid Perdagangan dan Pembinaan Pasar Disperindagkop Cilegon Muhammad Satiri, Kamis (8/1/2015) petang.

Disperindagkop telah koordinasi dengan Bulog Banten untuk menggelar operasi pasar yang juga sekaligus menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Banten Nomor 510/4919/Disperindag/2014 tentang operasi pasar beras dalam rangka menjaga stabilitas harga beras di tingkat kabupaten/kota. “Dalam operasi pasar itu, Bulog akan menjual beras dengan harga Rp7.400 per kilogram untuk jenis yang sama bagi kalangan umum. Bulog nanti yang datang langsung ke Cilegon dan menjual beras dengan harga yang lebih murah,” tambahnya.

Pada bagian lain, Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi menilai, selama ini operasi pasar dipandang sebagai langkah yang cukup efektif untuk menekan lajunya peningkatan harga beras dipasaran. “Operasi pasar beras ini adalah salah satu intervensi pasar untuk menjaga stabilitas harga sembako di pasaran. Program itu bagus, untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga beras di pasaran,” katanya. (Devi Krisna)