Telkomsel Perkuat Potensi Santri, Dalam Pengembangan Solusi Digital

0
798 views
Kuntum Wahyudi, General Manager Consumer Sales Western Jabotabek (tengah), saat menyerahkan Kartu Perdana Merdeka Belajar Jarak Jauh di Ponpes An-Nawawi, Tanara, Kabupaten Serang, Kamis (22/10).

SERANG – Telkomsel memaknai Hari Santri Nasional yang dirayakan setiap 22 Oktober sebagai momentum dalam memperkuat pemberdayaan santri, khususnya dalam hal peningkatan keterampilan dan kompetensi berbasis teknologi digital.

Untuk itu, Telkomsel melanjutkan kolaborasi bersama Santri Milenial Center (SiMaC), wadah bagi para santri milenial dalam membangun ekonomi kerakyatan berbasis keumatan. Upaya kolaboratif yang dilakukan bersama SiMaC berfokus untuk menciptakan berbagai solusi yang mampu memaksimalkan potensi para santri menjadi sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi dan unggul, sesuai dengan tema Hari Santri Nasional tahun ini, yakni “Bakti Santri untuk Negeri”.

Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengucapkan selamat Hari Santri Nasional bagi para santri di seluruh Indonesia. “Kami menyambut positif kolaborasi berkelanjutan bersama SiMaC untuk menjadikan santri sebagai penggerak perwujudan Indonesia sebagai negara digital yang inklusif dan menyeluruh. Terlebih, dalam mendorong kesiapan ekosistem digital Indonesia, kami memahami bahwa peran generasi muda yang kreatif dan inovatif sangat penting, termasuk di dalamnya adalah para santri,” ungkapnya.

Salah satu kontribusi yang dilakukan Telkomsel pada peringatan Hari Santri Nasional tahun ini adalah berpartisipasi dalam Seminar Internasional Santri Millenial yang diselenggarakan pada Kamis, 22 Oktober 2020. Kegiatan yang mengangkat tema “Bakti Santri untuk Negeri – Komitmen Santri dalam Menjaga NKRI & Kemandirian Ekonomi yang Tersinergi” ini menjadi ajang silaturahmi bagi Ro’is Syuriah PCINU seluruh dunia serta santri dalam negeri lain. Seminar Internasional Santri Millenial mengambil tempat di Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara, Kabupaten Serang, dan terhubung melalui konferensi video.

Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro menjadi narasumber pada Seminar Internasional Santri Millenial, Kamis (22/10).

Turut hadir di acara tersebut Prof. K.H. Ma’ruf Amin (Wakil Presiden Republik Indonesia), Wishnutama (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), Gus Syauqi Ma’ruf Amin (Ketua Dewan Pembina SiMaC), Prof. Nadirsyah Hosen (Rois Syuriah PCINU Australia), serta Setyanto Hantoro (Direktur Utama Telkomsel).

Pada kesempatan itu, Setyanto menyampaikan peran penting santri terhadap kemajuan Indonesia, termasuk dalam pembangunan ekosistem digital. Selain itu, Telkomsel juga menyerahkan dukungan berupa Kartu Perdana Merdeka Belajar Jarak Jauh untuk 16.000 santri dari seluruh pondok pesantren di Provinsi Banten. Bantuan Kartu Perdana Merdeka Belajar Jarak Jauh ini diserahkan secara simbolik langsung di Ponpes An-Nawawi Tanara Serang oleh Kuntum Wahyudi, General Manager Consumer Sales Western Jabotabek kepada Gus Syauqi Ma’ruf Amin selaku Ketua Pelaksana Peringatan Hari Santri Nasional 2020.

Di samping itu, Telkomsel juga berperan aktif dalam memaknai Hari Santri Nasional melalui kolaborasi dengan SiMaC. Salah satu inisiatif yang dilakukan Telkomsel bersama SiMaC adalah menjalankan program pelatihan daring untuk para santri. Topiknya mencakup pembangunan situs web, optimasi media sosial, desain grafis, videografi, hingga kewirausahaan. Di sini, Telkomsel mengambil peran dengan menghadirkan solusi cloud storage CloudMAX sebagai fasilitas pendukung untuk penyediaan materi pembelajaran.

Inisiatif lainnya yang sudah dijalankan Telkomsel bersama SiMaC adalah SIMAC LEARNING, yaitu penyediaan materi belajar jarak jauh bagi para santri. Kegiatan ini menjangkau puluhan pesantren yang tersebar di belasan titik regional di Indonesia. Nantinya, SIMAC LEARNING akan memperluas jangkauannya untuk memastikan lebih banyak lagi santri yang mampu mendapatkan manfaat aktivitas pembelajaran jarak jauh secara maksimal.

“Kami optimis kolaborasi kuat dengan SiMaC ke depan, seraya membuka pintu bagi para pemangku kepentingan lainnya untuk bergotong royong menggalakkan upaya kolaboratif. Telkomsel sebagai leading digital telco company berkomitmen dalam mengembangkan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan akan menjadi penggerak utama kami dalam menciptakan lebih banyak lagi inisiatif yang mampu mengembangkan keterampilan digital para santri Indonesia,” pungkas Setyanto.

Sebelumnya, Telkomsel dan SiMaC telah menjalin kolaborasi dalam mengoptimalkan pertumbuhan bisnis Kopi Abah, produk UMKM dari SiMaC, melalui pemanfaatan aplikasi digital pada Oktober tahun lalu. Ke depan, Telkomsel dan SiMaC telah menyiapkan upaya kolaborasi lainnya melalui inisiatif Pelatihan SantriPreneur yang rencananya akan dilaksanakan pada Januari 2021.

Kuntum Wahyudi, General Manager Consumer Sales Western Jabotabek, menambahkan,  Kartu Perdana Merdeka Belajar Jarak Jauh untuk para santri sudah berisi kuota internet 10 GB yang bisa digunakan untuk akses ke media pembelajaran daring. “Kalau kuota habis masih bisa beli paket dengan harga Rp5.000 dapat 11 GB yaitu 1 GB untuk kebutuhan internet, 10 GB untuk pembelajaran dengan masa berlaku  30 hari,” ungkapnya.
Kuntum memastikan kualitas jaringan Telkomsel terus ditingkatkan untuk mendukung aktivitas masyarakat, termasuk di lingkungan sekolah dan pondok pesantren.

Untuk menjangkau dan melayani seluruh  Banten, saat ini Telkomsel telah menggelar lebih dari 10.500 BTS, yang 55 persen lebih merupakan BTS 4G. (aas)