Tembakau Gorila Diracik di Vila Anyar

0
2154
Dirresnarkoba Polda Banten Kombes Pol Lutfi Martadian mengangkat barang bukti tembakau gorila di Mapolda Banten, Senin (14/6).

SERANG-Vila Ubud, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, disulap oleh SY (29), menjadi tempat produksi tembakau gorila. Senin (7/6), peracik sekaligus pengedar tembakau sintetis itu ditangkap polisi.

Direktur Resnarkoba Polda Banten Komisaris Besar (Kombes) Pol Lutfi Martadian mengungkapkan, warga Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang meracik di lokasi wisata itu agar keberadaannya tidak tercium polisi. “Dan pelaku merasa nyaman berada di lokasi wisata,” kata Lutfi saat ekspose di Mapolda Banten, Senin (14/6).

Selain SY, polisi mengamankan bahan baku dan peralatan pembuat tembakau gorila. Di antaranya, 300 gram tembakau, thiner, alkohol, kompor listrik, dan yang lainnya. Bahan kimia tersebut dibeli oleh SY dari toko material dan belanja online. “Dia ini belajar meracik tembakau gorila dari media sosial,” ujar Lutfi.

SY mulai meracik tembakau gorila setelah mengetahui keuntungan yang diperoleh setelah mengedarkan narkotika tersebut. Sebelumnya, SY sempat membeli paket tembakau gorila 300 gram. Paket tembakau gorila itu dipecah menjadi paket kecil siap edar. “Satu gram tembakau gorila dijual dengan harga Rp150 ribu dan bisa digunakan oleh lima orang. Pelaku mengirimkan tembakau melalui jasa ekspedisi, dan mendapatkan keuntungan yang besar dari bisnis jual beli tembakau gorila,” kata Lutfi didampingi Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi Priadinata.

Tembakau gorila hasil racikannya ditawarkan oleh SY melalui grup WhatsApp. “Ini sedang kita kembangkan dan dalami siapa saja (anggota grup WhatsApp-red), kalau pengguna kita rehab, kalau produksi kita kedepankan aspek hukum,” ujar alumnus Akpol 1992 ini.

Sementara Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi Priadinata menambahkan, SY disangka melanggar Pasal 114 (1) dan atau Pasal 113 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (1) atau Pasal 111 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman pidana penjara paling singkat empat tahun paling lama 20 tahun atau penjara seumur hidup atau hukuman mati,” tutur Edy. (mg05/nda)