Tempa Atlet Muda di Bahtera Jaya Open

Atlet layar Banten Dexy Priany menjalani latihan di Pantai Barat Ancol, Jakarta Utara, Selasa (23/4).

Jelang Pra PON Cabor Layar

PENGURUS Provinsi Persatuan
Olahraga Layar Seluruh Indonesia (Pengprov Porlasi) Banten berupaya
meningkatkan peluang loloskan atletnya ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020
di Papua. Tiga orang atlet pelatda dikirimkan ke Kejuaraan Wind Surfing Bahtera
Jaya Open 2019 sebagai ajang menempa diri.

Ketiga atlet tersebut Dexy
Priany, Aldo dan Indah. Ketiganya akan tampil di nomor RS One, RSX dan techno
pada kejuaraan yang digelar di Pantai Barat Ancol, Jakarta Utara, Kamis
(25/4). 

“Kami ingin menambah
pengalaman bertanding atlet Banten dengan tampil di tempat pertandingan Pra PON
cabor layar. Kami ingin melihat kemampuan atlet mengatasi angin yang ada
disini, sebelumnya kan kita latihan di Pantai Anyar yang anginnnya beda
jauh,” ungkap pria yang juga pengurus pusat Porlasi, Selasa (23/4).

Diungkapkan Asep, kalau di
Anyar atlet menghadapi angin yang biasa saja yang ada di kisaran 12 knot.
Sedang di Pantai Barat Ancol diungkap Asep kekuatan anginnya paling ringan
adalah 15 knot dan bisa mencapai 20 knot.

“Selain Dexy, Aldo dan
Indah kan bisa dibilang atlet muka baru yang kita mau orbitkan, kita lihat
kemampuannya mengatasi angin “ibukota” dibanding angin daerah.
Mudah-mudahan mereka bisa mengatasinya,” beber Asep.

Sementara buat Dexy tampil
di kejuaraan kali ini juga ditujukan sebagai persiapan untuk mengikuti seleksi
SEA Games XXX/2019 di Filipina. Dimana PB Porlasi akan menggelar seleksi pada
September nanti.

Pengalaman Dexy di
kejuaraan tingkat nasional maupun internasional membuat Asep menargetkan atlet
Kabupaten Tangerang itu bisa meraih medali emas. “Sejauh ini Dexy menunjukkan
kemampuan terbaik dan memenuhi target tersebut, selain modal buat menuju Pra
PON juga modal buat seleksi SEA Games,” kata pria yang juga pengusaha tersebut.

Sementara untuk Aldo dan Indah,
Asep tak membebani target tinggi, ia hanya berharap dua atlet muda ini
penampilannya konsisten sepanjang kejuaraan. Hal itu diungkap Asep karena kedua
atlet muda ini punya kelemahan dalam hal fisik.

“Biasanya atlet daerah
yang baru main di Ancol itu bagus di race awal, tapi langsung turun di race
selanjutnya. Saya sih ingin mereka stabil sepanjang pertandingan, karena secara
postur mereka diunggulkan dibanding atlet DKI Jakarta dan wilayah lain yang
bertubuh pendek,” ujar Asep.

“Postur sangat berpengaruh
pada nomor RSX dan techno, Alhamdulillah postur Aldo dan Indah cukup
tinggi,” imbuh Asep.

Lebih jauh diungkap Asep,
pihaknya saat ini telah memindahkan Pelatda cabor layar dari Pantai Anyer ke
Pantai Ancol. Itu dilakukan lantaran dirinya ingin atlet layar Banten sudah
mulai beradaptasi dengan venue pertandingan Pra PON.

“Waktu persiapan
semakin sempit, karena terpotong puasa dan lebaran makanya kami langsung pindah
latihan agar semakin matang persiapannya,” tukasnya. (apw/nda/ags)