Tempel Sabu di Tiang Listrik

Kasat Resnarkoba Polres Serang Kota Iptu Shilton (kenakan topi) saat membuka bungkusan permen berisi sabu di kantor Satresnarkoba Polres Serang Kota, Senin (14/9) .

SERANG – Ada saja modus pengedar narkotika agar bisnis ilegalnya tak terendus petugas. NA alias Ade Cakil (36), contohnya. Paket sabu-sabu ditempel oleh NA pada tiang listrik setiap bertransaksi dengan pelanggan.

Senin (14/9) dinihari, pola transaksi warga Desa Kramatwatu, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang itu dibongkar oleh polisi. NA diringkus polisi usai menempelkan satu paket sabu-sabu di tiang listrik tak jauh dari SDN Krapcak, Desa Wanasaba, Kecamatan Kramatwatu.

Sebelum ditangkap, NA terlihat beridiri di pinggir jalan dan menempelkan sesuatu di tiang listrik. Namun, saat dihampiri, NA kabur. “Saat kami datang dia (tersangka-red) mencoba kabur dan sempat membuang barang bukti,” kata Kasat Resnarkoba Polres Serang Kota Inspektur Polisi Satu (Iptu) Shilton dikonfirmasi Radar Banten, kemarin.

Polisi mengejar dan mengepung NA. Saat digeledah, 16 paket sabu-sabu ditemukan dari tubuh NA. Enam paket lagi diamankan dari dalam rumah NA. “Tersangka kami amankan dengan barang bukti 22 paket narkoba jenis sabu-sabu. Narkoba tersebut dalam bungkusan permen,” kata Shilton.

Kata Shilton, total sabu-sabu yang diamankan seberat 18 gram. Barang haram itu diperoleh NA dari bandar yang ditemui di sekitar Pasar Senen, Jakarta Pusat. “Tersangka mengaku baru tiga bulan berjualan sabu dan memang sudah menjadi terget penangkapan. Selama tiga bulan itu, tersangka mendapatkan sabu dari bandar yang ditemui di sekitaran Pasar Senen,” kata Shilton.

Sementara NA berdalih mengedarkan sabu-sabu itu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Agar tidak tercium oleh petugas, tukang ojek ini memasukan sabu-sabu itu dalam bungkusan permen.

“Saya masukan dalam bungkus bekas permen lalu ditutup lagi dengan selotip. Agar tidak dicurigai keluarga, bungkus permen berisi sabu tersebut saya simpan dalam toples bercampur dengan permen yang masih utuh,” kata NA.

NA mengaku biasa menempelkan paket sabu-sabu pesanan pelanggannya pada tiang listrik atau tembok pagar menggunakan doubletape.

“Agar tidak diketahui orang lain, saya menempel barang pesanan di lokasi yang mudah ditemukan pemesan, seperti tiang listrik. Tentunya barang saya kirim setelah pemesan mentransfer uang. Jadi saya dan pemesan tidak saling kenal wajah,” tutur NA. (mg05/nda)