Temukan Kasus Politik Uang, Bawaslu Perketat Pengawasan Pada Pilgub Tahun Ini

0
470 views
ilustrasi (foto: Istimewa)

SERANG – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Banten telah menemukan kasus politik uang pada masa kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten tahun 2017. Ketua Bawaslu Provinsi Banten Pramono Tantowi mengatakan, Bawaslu menemukan kasus tersebut dilakukan oleh tim pasangan cagub dan cawagub nomor urut satu.

“Yang baru kita temukan ini kasus politik uang yang dilakukan dari tim pasangan no 1 yang terjadi di Kelurahan Sampora, Kecamatan Cisauk Kabupaten Tangerang, Ini kita sedang bahas bersama Polda dan Kejati untuk menentukan tindak pidana apa, dan pasal berapa yang harus dijatuhkan,” katanya saat ditemui seusai Rapat Kepala Daerah Persiapan Pilkada yang berlangsung di Pendopo Gubernur secara tertutup, Jumat (3/2).

Berangkat dari kasus tersebut, untuk mengatisipasi pelanggaran yang sama, Bawaslu pun mengaku akan memperketat pengawasan. Terlebih pada menjelang hari pemungutan suara, pelanggaran tersebut sangat berpotensi terjadi.

Salah satu upaya yang akan dilakukan Bawaslu, lanjut Pramono, yaitu pada tanggal 8 Februari 2017 mendatang, Bawaslu Provinsi Banten akan mendeklarasikan anti politik uang yang akan dihadiri langsung oleh pimpinan KPK yakni Saut Situmorang. “Ini merupakan upaya-upaya kita untuk mencegah adanya politik uang di akhir-akhir masa kampanye dan masa tenang nanti,” katanya.

Bawaslu Provinsi Banten mencatat selama masa kampanye saat ini tindakan politik uang belum banyak ditemukan. Namun tindakan politik uang akan terjadi diakhir-akhir masa kampanye ini. “Sebelum nya ada 3 tapi itu sumir, dan ini baru satu yang sudah dilaporkan,”tegasnya.

Terkait penemuan kasus politik uang pada tim pasangan Wahidin Halim dan Andika Hazrumy, saat ini pihaknya sedang mendalami kasus tersebut secara serius untuk memanggil pihak-pihak, bukti dan para saksi yang terkait dengan kasus tersebut.

“Kalau memungkinkan akan kita naikan ke tingkat penyidikan. Namun kita berharap kasus ini tidak akan menjalar kemana-mana, karena kita sudah antisipasi pada akhir-akhir masa kampanye ini akan terjadi politik uang,” katanya. (Wirda)