Tenda dan Meja Pedagang Dimusnahkan, Ini Penjelaskan PT. KBS di Cilegon

0
795 views

CILEGON – Sejumlah pedagang kaki lima yang menjajakan barang dagangannya didalam area kawasan PT. Krakatau Bandar Samudera, Lingkungan Lijajar, Kelurahan Tegal Ratu, Kecamatan Ciwandan ditertibkan, Jumat (24/2).

Selain membuat kumuh, PT. KBS mengaku mereka merupakan para pedagang liar yang telah mendirikan bangungan ditempat yang berbahaya seperti diatas tanah yang tertanam kabel listrik dengan daya tinggi dan jalur pipa gas.

Dalam penertiban yang mendapatkan pengawalan oleh petugas Trantib Kecamatan Ciwandan, Kepolisian, dan TNI ini pihak PT. KBS merampas tenda-tenda, bangku dan meja tempat meletakan barang dagangan milik pedagang yang kemudian diangkut oleh truk untuk dimusnahkan. Beruntung barang dagangan seperti kue, gorengan, serta gas elpigi dan termos air panas milik pedagang tidak diambil dan diperbolehkan untuk dibawa pulang.

Manager Lingkungan dan Fasilitas Penunjang PT. KBS, Sugeng Wahyono Utomo mengatakan telah berulang kali memberikan teguran kepada para pedagang tersebut namun tidak juga diindahkan. Wahyono menyangkal apabila PT. KBS melarang warga sekitar untuk berdagang didalam kawasan PT. KBS apabila telah sesuai dengan aturan. Seperti berdagang keliling menggunakan motor ataupun berjalan kaki.

“Itu jalur kabel 150 KV dari PT. KDL menuju ke PT. KBS dan juga danau. Kalau itu salah nancep berbahaya bisa meledak. Juga jalur pipa gas kalau ada beban statis bisa meledak juga. Itu alasan dari keamanan. Kalau alasan dari lingkungan takut ada peredaran miras, dan juga menyumbang sampah dan kumuh,” ujar Sugeng.

Sugeng menyebutkan ada tujuh warung milik pedagang liar yang ditertibkan. Sugeng mengaku kedepan akan menyiapkan lokasi kantin untuk pedagang tersebut “Nanti akan difasilitasi. Ada enam stand yang akan dibuka dan telah disediakan lahannya. Agar lebih manusiawi. Mungkin sekitar Mei sudah,” katanya.

Sementara itu, Ulkiroh warga Cigading, yang merupakan pedagang diare PT. KBS yang terkena penertiban hanya bisa pasrah menerima perlakuan tersebut dari PT. KBS. “Sudah hampir setahun saya berdagang disini. Katanya dulu mau dikasih tempat tapi kapan-kapan itu belum pernah jadi,” ujar pedagang kopi dan mie ini. (Riko)