Tenda Darurat Dibangun Mewah

0
1256
Para pasien covid-19 menjalankan salat ashar berjamaah di Rumah Lawan Covid, Ciater Serpong, kemarin.

Untuk Karantina Warga Yang Terkena Covid-19

SERPONG – Pembangunan tenda glamour camping (glamping) untuk menambah kapasitas tempat tidur Rumah Lawan Covid-19 (RLC) di Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) Ciater, Serpong, sudah dimulai. Pemkot Tangerang Selatan mendesain tenda glamping ini dengan fasilitas pendukung supaya terlihat mewah.

Koordinator RLC Kota Tangsel Suhara Manullang mengatakan, tenda glamping dibangun di area seluas 6.000 meter persegi di belakang gedung karantina yang sudah ada. “Ini adalah kawasan pertanian terpadu. Jadi ini keseluruhan, tapi tidak dipakai semuanya dan saya dapat informasi yang zona dua ini 6.000 meter persegi,” jelas Suhara, Rabu (27/1).

Suhara menambahkan, tenda darurat ini sebanyak 16 unit yang dikelompokkan menjadi empat kelompok. Satu tenda 10 tempat tidur. “Tanda besar yang dibuat sedemikian rupa agar peserta karantina tetap nyaman. Berkapasitas total 150 kapasitas tempat tidur. Jadi keseluruhan RLC Kota Tangsel akan menampung 300 tempat tidur,” ungkap Suhara.

Mantan Direktur RSU Kota Tangsel menjelaskan, fasilitas yang akan disediakan pada zona dua area RLC, antara lain tersedia kasur dan pendingin udara agar pasien Covid-19 beristirahat dengan nyaman. Juga ada tersedia televisi, mesin cuci, dan tempat untuk menjemur pakaian. Untuk kamar mandi menggunakan bahan dasar kontainer yang didesain khusus. “Kelengkapan di dalamnya, ada TV, CCTV, panic button. Kalau WiFi sudah pasti ada.” katanya.

Dia memperkirakan pembangunan tenda karantina rampung pertengahan Februari mendatang. “Informasi dari Dinas Bangunan dan Penatan Ruang pengerjaan satu bulan dan diharapkan bisa segera digunakan,” ungkapnya.

Pria yang juga menjabat Kepala UDD PMI Kota Tangsel ini menuturkan, penambahan kapasitas tempat tidur semakin mendesak akibat jumlah kasus Covid-19 baru terus bertambah.

“Jadi di RLC kan kapasitasnya 150 tempat tidur. Bisanya paling banyak dipakai 70 orang. Tapi sekarang sudah 130-an dan mulai ada daftar tunggu. Ini kan harus diantisipasi agar bisa leluasa,” tutupnya. (rbnn/bie)