Terancam Banjir, 170 Rumah di Kopo Harus Direlokasi

SERANG – Sebanyak 170 rumah di Kampung Panunggulan, Desa Mekarbaru, Kecamatan Kopo harus direlokasi. Karena, kawasan pemukiman tersebut berada di bantaran Sungai Cidurian yang selalu terancam banjir.

Kemarin, air Sungai Cidurian meluap dan menggenangi lima desa di Kecamatan Kopo. Yakni, Desa Mekarbaru, Cidahu, Nyompok, Rancasumur, dan Desa Carenangudik. Banjir di wilayah tersebut akibat meluapnya Sungai Cidurian.

Wakil Bupati Pandji Tirtayasa mengatakan, hingga kemarin sore pihaknya terus melakukan pendataan warga yang terdampak banjir. Untuk sementara, ada 170 pemukiman warga di Kampung Panunggulan, Desa Mekarbaru yang terendam luapan Sungai Cidurian. “Di Desa lainnya terus dilakukan pendataan,” kata Pandji saat meninjau lokasi banjir di Desa Mekarbaru, Kamis (2/1).

Pandji mengatakan, banjir tersebut lantaran debit air di Sungai Cidurian yang mengalami peningkatan signifikan. Sementara, lebar Sungai Cidurian tidak mampu menampungnya. “Saya minta camat untuk terus berkomunikasi dengan wilayah hulu, khawatir terjadi kiriman air lagi,” ujarnya.

Menurut Pandji, 170 rumah warga di Kampung Panunggulan berada di bantaran Sungai Cidurian. Ratusan rumah warga itu juga berada di tanah negara. Pihaknya mewacanakan untuk merelokasi ratusan rumah tersebut. “Nanti kita bicarakan lagi dengan jajaran pemerintah, khawatir ini jadi bencana tahunan,” ucapnya.

Meski demikian, Pandji memastikan tidak ada korban jiwa dan rumah warga yang rusak akibat kejadian tersebut. Adapun terkait satu mayat yang ditemukan petugas BPBD, dipastikan bukan warga setempat. “Ada penemuan mayat itu dari Maja, Lebak yang terseret arus,” katanya.

Pandji juga memerintahkan kepada petugas BPBD dan lembaga kebencanaan lainnya untuk tetap siaga di tempat lokasi kejadian. Di lokasi juga sudah disediakan dapur umum dan posko kesehatan. “Saya minta untuk stand by di sini, untuk dilakukan langkah-langkah darurat jika diperlukan,” ucapnya.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Serang Nana Sukmana Kusuma mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga Sungai Cidurian meluap sekitar pukul 07.00 WIB. Ketinggian air hingga mencapai 70 sentimeter. “Kita masih lakukan evakuasi dan pendataan warga yang terdampak,” katanya. (jek/zee/ags)