Terapkan Smart City, Kota Serang Harus Punya 3 Aspek Ini

0
214

SERANG – Manager Center for Digital Society (CFDS) UGM Dedi Permadi mengatakan, ada tiga aspek yang harus dimiliki oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Serang dalam menyukseskan konsep smart city yaitu hardware, software dan brainware.

Hardware itu berbicara pada infrastruktur, seperti kalau BTS nya (Base Transceiver Station) belum banyak dan lemot itu susah. Sementara software itu bicara aplikasi dan sensoring, yaitu aplikasi untuk menangkap data-data realtime dari masyarakat. Dan brainware itu adalah orangnya atau SDM nya, harus paham soal hardware dan software tadi. Jadi tiga aspek ini harus bersinergis dalam pengembangan Kota Cerdas (smart city) ke depan,” paparnya di sela-sela pelatihan smart city di salah satu hotel di Kota Serang, Ciceri, Kamis (20/10).

Dedi mengungkapkan, Kota Serang merupakan kota kedua dari sepuluh kota di Indonesia yang berpotensi mengembangkan konsep smart city di antaranya Semarang, Serang, Bekasi, Tangerang, Yogyakarta, Surakarta, Kudus, Kabupaten Sidoarjo. Kota-kota tersebut berpotensi mengembangan konsep smart city.

“Kita tidak bisa menerapkan konsep smart city jika tiga aspek tadi belum siap dimiliki oleh daerah yang akan menerapkan konsep tersebut. Dan Kota Serang infrastrukturnya sudah baik, kemudian softwarenya, Kota Serang sudah punya 40 aplikasi milik SKPD di Kota Serang tapi masih offline, makanya hari ini kita mengadakan pelatihan agar aplikasi tadi bisa dijalankan, dan pengembangan konsep Kota Cerdas di Kota Serang cepat terwujud,” ujarnya.

Dedi menambahkan tindak lanjut dari kegiatan ini ialah penyusunan roadmap dalam pengembangan konsep smart city daerah. Pihaknya juga pada Januari 2017 akan melaunching satu sistem elektronik yang membuat laporan daerah menjadi sangat efisien. “Aplikasi itu namanya LPBD. LPBD itu biasanya daerah mengirimkan laporan ke Kementerian Dalam Negeri. Jadi LPBD itu tidak harus diketik berbulan-bulan tapi cukup entri aja, jadi aplikasi itu sistemnya online dan dapat bekerja efisien,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Serang Tb Sulhi Choir menargetkan pada 2017 konsep smart city ini sudah bisa direalisasikan. Sehingga pelayanan di masyarakat bisa cepat diatasi oleh Pemkot Serang. “Kita harus optimis, dan saya harus memastikan pada 2017 konsep smart city ini harus bisa diterapkan di Kota Serang. Memang SDM kita belum 100 persen memahami konsep smart city ini. Jadi kalau dipersentasikan sekitar 40 persen lah, yang sekarang sudah paham dengan sistem smart city ini,” ujarnya. (AdeF)